Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi merupakan indikator utama yang digunakan untuk mengukur kesehatan finansial suatu negara. Bagi investor, pelaku bisnis, hingga pengambil kebijakan, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan daya beli masyarakat dan potensi investasi di masa depan.
Di tengah dinamika global tahun 2026, memahami cara menghitung pertumbuhan ekonomi menjadi semakin krusial untuk membedakan antara pertumbuhan semu dan pertumbuhan riil yang berkelanjutan. Nah, berikut penjelasan detailnya.
Secara definisi, pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan jika nilai barang dan jasa yang dihasilkan pada periode tertentu lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.
Indikator paling umum yang digunakan ialah produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP). Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam analisis profesional, para ahli lebih merujuk pada PDB Riil yang telah disesuaikan dengan inflasi, bukan PDB Nominal.
Menghitung laju pertumbuhan ekonomi sebenarnya cukup sederhana jika Anda sudah memiliki data PDB dari dua periode yang berurutan. Berikut rumus yang digunakan secara internasional:
Keterangan:
Baca juga : Bongkar Taktik Bandar 7 Modus Manipulasi Saham yang Bikin Ritel Boncos
Sebagai ilustrasi, mari kita lihat data ekonomi Indonesia. Pada kuartal IV 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh kuat di angka 5,39% secara year-on-year (yoy). Jika kita asumsikan PDB Riil suatu negara pada tahun 2024 adalah Rp15.000 triliun dan meningkat menjadi Rp15.766 triliun pada tahun 2025, penghitungannya adalah:
((15.766 - 15.000) / 15.000) x 100% = 5,11%
Angka 5,11% inilah yang dilaporkan sebagai laju pertumbuhan ekonomi tahunan negara tersebut.
Baca juga: Syarat Membuat QRIS UMKM Terbaru 2026 Gratis dan Langsung Aktif
Pertanyaan ini sering muncul karena PDB Nominal sering kali terlihat lebih tinggi. Namun, PDB Nominal masih mengandung unsur kenaikan harga (inflasi). Jika suatu negara mencatat kenaikan PDB Nominal 10% tetapi inflasinya juga 10%, secara nyata pertumbuhan ekonominya adalah nol.
PDB Riil menggunakan harga konstan (tahun dasar) untuk menghilangkan efek inflasi, sehingga angka yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kenaikan volume produksi barang dan jasa.
Baca juga: Tokenisasi Aset Real (RWA) Panduan Lengkap Investasi Sultan Modal Minim
Selain PDB, terdapat beberapa indikator makro yang memengaruhi angka pertumbuhan, terutama di tahun 2026:
Baca juga: Proof of Solvency Standar Mutlak Keamanan Bursa Kripto pada 2026
Memasuki tahun 2026, metode penghitungan ekonomi mulai bergeser. Munculnya ekonomi digital yang masif sering kali tidak terpotret sepenuhnya oleh statistik konvensional. Selain itu, kini dunia mulai mengadopsi konsep Green GDP (PDB Hijau).
Green GDP menghitung pertumbuhan ekonomi dengan mengurangkan biaya kerusakan lingkungan dan penyusutan sumber daya alam. Hal ini dilakukan agar angka pertumbuhan tidak 'menipu' dengan mengabaikan kehancuran ekologi demi keuntungan jangka pendek.
Baca juga: Proof of Liabilities (PoL) Mengapa Bursa Kripto Wajib Buka-bukaan Utang
| Pertanyaan | Jawaban Singkat |
|---|---|
| Apa bedanya PDB dan PNB (produk nasional bruto)? | PDB berdasarkan wilayah, PNB berdasarkan kewarganegaraan. |
| Siapa yang merilis data PDB Indonesia? | Badan Pusat Statistik (BPS). |
| Berapa pertumbuhan ekonomi RI 2025? | Mencapai 5,11% secara tahunan. |
| Apa itu resesi? | Pertumbuhan negatif dua kuartal berturut-turut. |
1. Apakah pertumbuhan ekonomi tinggi selalu baik? Tidak selalu, jika pertumbuhan tersebut dibarengi dengan kesenjangan sosial yang lebar atau kerusakan lingkungan yang parah.
2. Apa dampak pertumbuhan ekonomi bagi rakyat kecil? Pertumbuhan yang berkualitas akan menciptakan lapangan kerja dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Baca juga: Proof of Reserve untuk Mitigasi Risiko dan Lindungi Nasabah
3. Mengapa bunga bank naik saat ekonomi tumbuh terlalu cepat? Untuk mencegah ekonomi 'overheating' dan mengendalikan inflasi.
4. Bagaimana pengaruh kurs rupiah terhadap PDB? Pelemahan rupiah (saat ini di kisaran Rp16.800-an per dolar AS) dapat meningkatkan nilai ekspor tetapi memberatkan biaya impor bahan baku industri.
5. Apa peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi? UMKM adalah tulang punggung yang menyerap mayoritas tenaga kerja dan menjaga ketahanan ekonomi domestik.
6. Apakah harga emas memengaruhi pertumbuhan ekonomi? Secara tidak langsung, harga emas (saat ini sekitar Rp2,95 juta/gram) mencerminkan sentimen ketidakpastian global yang bisa memengaruhi arus investasi.
Menghitung pertumbuhan ekonomi bukan sekadar memasukkan angka ke dalam rumus, melainkan memahami narasi di balik angka tersebut. Dengan PDB Riil sebagai kompas utama, kita dapat melihat sejauh mana suatu negara mampu menyejahterakan rakyatnya di tengah tantangan global tahun 2026.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi
Bahlil menyampaikan bahwa pelayanan sektor energi di wilayah terdampak bencana terus diperbaiki, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
Tingkat non-performing loan (NPL) terjaga di level 1,41%, membaik dibandingkan dengan Februari 2025 sebesar 1,42%.
Pelajari ekonomi makro: definisi, faktor penentu, dan pengaruhnya pada pertumbuhan ekonomi nasional. Analisis mendalam & informasi terkini! Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved