Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Proof of Liabilities (PoL): Mengapa Bursa Kripto Wajib Buka-bukaan Utang

Wisnu Arto Subari
28/1/2026 23:05
Proof of Liabilities (PoL): Mengapa Bursa Kripto Wajib Buka-bukaan Utang
Ilustrasi.(Freepik)

DI tahun 2026, standar keamanan bursa kripto (Centralized Exchange/CEX) di Indonesia mengalami evolusi drastis. Jika beberapa tahun lalu investor hanya bertanya, "Apakah bursa ini punya izin?", kini pertanyaan tersebut bergeser menjadi, "Apakah bursa ini solven?"

Salah satu pilar utama untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah Proof of Liabilities (PoL). Mekanisme ini menjadi pasangan tak terpisahkan dari Proof of Reserves (PoR) dalam menciptakan ekosistem yang transparan dan akuntabel di bawah pengawasan ketat regulator seperti Bappebti dan OJK.

Apa Itu Proof of Liabilities (PoL)?

Secara sederhana, Proof of Liabilities adalah metode kriptografis yang digunakan oleh bursa kripto untuk membuktikan jumlah total dana yang mereka 'utangkan' kepada pengguna. Dalam konteks bursa, deposit Anda (baik dalam bentuk Bitcoin, Ethereum, atau Stablecoin) dicatat sebagai utang atau kewajiban (liability) yang harus dibayarkan kembali oleh bursa kepada Anda kapan saja.

Tanpa PoL, bursa bisa saja mengeklaim memiliki cadangan aset (reserves) sebesar Rp1 triliun. Namun, klaim tersebut menjadi tidak berarti jika ternyata total deposit nasabah yang harus mereka ganti mencapai Rp2 triliun. PoL hadir untuk membuka sisi 'tagihan' dari neraca keuangan tersebut secara transparan tanpa mengorbankan privasi data pengguna.

Teknologi di Balik Layar: Merkle Tree

Bagaimana cara bursa membuktikan total utang mereka kepada jutaan nasabah tanpa membocorkan saldo masing-masing orang ke publik? Jawabannya adalah struktur data yang disebut Merkle Tree (Pohon Merkle).

Di tahun 2026, mekanisme ini bekerja sebagai berikut:

  1. Setiap akun pengguna dan saldonya diubah menjadi kode unik (hash) yang disebut Leaf (Daun).
  2. Daun-daun ini digabungkan secara berpasangan untuk membentuk Branch (Cabang).
  3. Proses ini terus berlanjut hingga mengerucut menjadi satu kode tunggal di puncak yang disebut Merkle Root.

Merkle Root ini mewakili total kewajiban bursa secara kriptografis. Pengguna dapat memverifikasi apakah saldo mereka termasuk dalam perhitungan total tersebut tanpa bisa melihat saldo pengguna lain. Ini merupakan bentuk transparansi yang menjaga privasi.

Proof of Reserves vs. Proof of Liabilities

Sering kali terjadi kebingungan antara kedua istilah ini. Untuk memahami kesehatan bursa secara utuh (solvabilitas), kita memerlukan keduanya. Berikut perbedaannya:

Fitur Proof of Reserves (PoR) Proof of Liabilities (PoL)
Fokus Utama Sisi Aset (Harta yang dimiliki bursa) Sisi Kewajiban (Utang ke nasabah)
Pertanyaan Kunci "Berapa uang yang ada di dompet bursa?" "Berapa uang yang harus dikembalikan ke user?"
Metode Verifikasi Tanda tangan digital dompet on-chain Merkle Tree Summation
Tujuan Akhir Membuktikan likuiditas Membuktikan akurasi catatan deposit

Rumus Solvabilitas:
Aset (PoR) ≥ Kewajiban (PoL) = Bursa Sehat (Solven)

Mengapa PoL Sangat Penting di 2026?

Belajar dari sejarah kelam industri kripto di awal dekade 2020-an, regulator di Indonesia kini mewajibkan standar audit yang lebih tinggi. PoL penting karena:

  • Mencegah Manipulasi Data: Bursa tidak bisa menyembunyikan 'utang' atau mengecilkan jumlah deposit nasabah untuk terlihat sehat.
  • Verifikasi Mandiri (Self-Verify): Investor ritel dapat menggunakan alat verifikasi di platform bursa untuk memastikan dana mereka benar-benar tercatat dalam sistem, bukan sekadar angka di layar (paper trading).
  • Kepercayaan Institusi: Masuknya investor institusi besar ke pasar kripto menuntut standar audit setara perbankan.

Keterbatasan dan Risiko

Meskipun PoL adalah lompatan besar dalam transparansi, sistem ini tidak sempurna. PoL hanya mencatat kewajiban on-chain atau yang tercatat dalam sistem pertukaran. Ia mungkin tidak mencakup:

  • Utang operasional bursa (gaji karyawan, sewa server, biaya vendor).
  • Pinjaman off-chain yang dilakukan perusahaan induk bursa.

Oleh karena itu, di tahun 2026 ini, PoL yang ideal harus selalu didampingi oleh audit pihak ketiga dari firma akuntansi publik yang kredibel untuk memverifikasi keseluruhan kesehatan finansial perusahaan.

Kesimpulan

Proof of Liabilities bukan sekadar istilah teknis, melainkan hak konsumen untuk mengetahui keamanan dana mereka. Sebagai investor cerdas di tahun 2026, pilihlah platform pertukaran aset kripto yang secara rutin mempublikasikan data Proof of Solvency (gabungan PoR dan PoL) dan memberikan akses bagi Anda untuk memverifikasinya secara mandiri.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya