Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Bappenas Gandeng IGCN Akselerasi Ekonomi Sirkular

Naufal Zuhdi
14/2/2026 17:22
Bappenas Gandeng IGCN Akselerasi Ekonomi Sirkular
Circular Economy Executive Dialogue 2026(Bappenas)

UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) bersama Bappenas dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Circular Economy Executive Dialogue 2026 untuk mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular sekaligus membuka peluang bisnis berkelanjutan di Indonesia. Forum yang berlangsung di Gedung BJ Habibie, BRIN, ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pimpinan perusahaan, serta mitra ekosistem guna membahas strategi penguatan ekonomi sirkular sebagai pilar pertumbuhan ekonomi masa depan.

Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emission 2060 dan strategi pembangunan rendah karbon. Bappenas memperkirakan penerapan ekonomi sirkular dapat berkontribusi hingga Rp638 triliun terhadap PDB nasional pada 2030 serta menciptakan lebih dari 4,4 juta lapangan kerja hijau.

Presiden IGCN, YW Junardy, menekankan bahwa sektor swasta memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi menuju model ekonomi berkelanjutan.

“Ekonomi sirkular bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga peluang bisnis yang dapat menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Junardy.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo AA Teguh Sambodo, menegaskan bahwa kebijakan tidak akan berdampak tanpa implementasi yang konsisten.

Ia menilai sektor swasta perlu berperan aktif melalui proyek percontohan, kolaborasi dengan lembaga riset, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, menyebut ekonomi sirkular sebagai instrumen penting untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan.

Peluncuran Kelompok Kerja Ekonomi Sirkular

Dalam kesempatan tersebut, IGCN juga meluncurkan Circular Economy Working Group (CE-WG), sebuah platform kolaboratif untuk mendorong inovasi, dialog kebijakan, dan aksi nyata di sektor bisnis.

Lima perusahaan bergabung sebagai anggota inti kelompok kerja ini, yakni:

  • PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia
  • PT TBS Energi Utama Tbk
  • PT Amita Tamaris Lestari
  • PT Unilever Indonesia Tbk
  • PT Dynapack Asia

Diskusi panel dalam forum ini menyoroti berbagai tantangan penerapan ekonomi sirkular di Indonesia, termasuk pembiayaan, kesiapan teknologi, harmonisasi kebijakan, serta perubahan perilaku konsumen.

Sesi diskusi CEO dalam forum ini menekankan pentingnya kepemimpinan dunia usaha dalam menjadikan ekonomi sirkular sebagai strategi inti, bukan sekadar kewajiban kepatuhan. Melalui dialog ini, IGCN berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat, sehingga inovasi dan kebijakan dapat berjalan seiring menuju ekonomi Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya