Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Limbah Minyak Bunga Matahari Ubah Roti Jadi Superfood Kaya Protein

Thalatie K Yani
09/2/2026 11:30
Limbah Minyak Bunga Matahari Ubah Roti Jadi Superfood Kaya Protein
Ilustrasi(freepik)

PARA peneliti menemukan cara mengejutkan untuk meningkatkan kualitas nutrisi roti dengan memanfaatkan limbah produksi minyak bunga matahari. Dengan mengganti sebagian tepung terigu menggunakan tepung biji bunga matahari yang telah dihilangkan sebagian lemaknya (partially defatted sunflower seed flour), roti menjadi jauh lebih kaya protein, serat, dan antioksidan.

Inovasi ini tidak hanya menawarkan alternatif makanan yang lebih sehat, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi pencernaan lemak dan kadar gula darah.

Lonjakan Protein dan Antioksidan

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Food Science & Technology ini menyoroti potensi besar dari produk sampingan industri minyak yang selama ini kurang dimanfaatkan.

"Tujuan kami adalah mengoptimalkan penggunaan kembali tepung biji bunga matahari mengingat kandungan protein dan asam klorogenatnya yang tinggi," ujar Leonardo Mendes de Souza Mesquita, ahli biologi dari Universitas São Paulo (USP), Brasil.

Hasil pengujian menunjukkan peningkatan nutrisi yang signifikan. Pada tingkat substitusi tertinggi, kandungan protein roti melonjak hingga 27,16%, jauh melampaui roti gandum konvensional yang hanya memiliki kadar protein sebesar 8,27%. Selain itu, kadar antioksidan meningkat seiring dengan bertambahnya kandungan protein, yang berfungsi membantu tubuh mengurangi stres oksidatif.

Manfaat Kesehatan: Kontrol Gula Darah dan Lemak

Selain nutrisi makro, penelitian ini menemukan bahwa roti berbahan bunga matahari ini mampu menghambat enzim pencernaan, termasuk alfa-amilase (92,81%) dan lipase pankreas (25,6%). Hal ini menunjukkan konsumsi roti ini dapat membantu memperlambat pencernaan pati dan lemak, yang sangat baik untuk menjaga keseimbangan gula darah.

Dari sisi keamanan pangan, proses ekstraksi minyak bunga matahari yang dilakukan secara mekanis tanpa pelarut kimia menjadikan tepung sisa ini bebas dari kontaminan pemrosesan industri.

Tantangan Tekstur dan Solusi Ekstrak

Meskipun unggul secara nutrisi, penggunaan tepung biji bunga matahari dalam jumlah besar (20% ke atas) sempat memengaruhi fisik roti, menjadikannya lebih kecil, lebih keras, dan lebih padat. Namun, tim peneliti menemukan solusi dengan menggunakan ekstrak air dari tepung tersebut.

"Penambahan ekstrak cair [SFE] berhasil mempertahankan struktur dan tekstur roti, menjaganya tetap mendekati roti gandum tradisional," jelas Mesquita.

Inovasi Berbasis Ekonomi Sirkular

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya global untuk menerapkan ekonomi sirkular, yakni mengubah limbah industri menjadi produk bernilai guna. Dengan memanfaatkan tepung biji bunga matahari yang harganya murah, industri toko roti dapat menciptakan produk fungsional yang menyehatkan sekaligus ramah lingkungan.

Strategi ini tidak hanya mendukung kesehatan manusia, tetapi juga mengurangi jejak lingkungan dari produksi minyak bunga matahari, menciptakan siklus produksi yang lebih berkelanjutan. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik