Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITA Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rangkaian kegiatan peningkatan kesadaran memilah sampah di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, pada Kamis (05/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pemaknaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang diperingati pada 21 Februari mendatang, sekaligus memperkuat budaya pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan IKN.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional.
“Momentum ini kita jadikan ruang untuk menyatukan semangat dan tekad agar pengelolaan sampah di IKN benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah. Kunci utamanya adalah membangun kebiasaan mengelola sampah secara konsisten, termasuk mengurangi kebiasaan yang tidak ramah lingkungan. Saya berharap dari pertemuan ini semangat masyarakat semakin tumbuh untuk mengaktifkan praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program 'Memilah Sampah Menabung Emas' yang disampaikan oleh Ketua Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI), Mina Dewi Sukmawati, bersama Pangalinan Matandung, Deputi Bisnis Area Wilayah Regional Kalimantan PT Pegadaian. Program ini bertujuan mengubah paradigma lama masyarakat bahwa sampah adalah masalah, menjadi peluang ekonomi melalui penerapan konsep circular economy
Melalui sistem manajemen sampah berbasis teknologi, setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Skema ini diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di IKN.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai bersama Ketua Umum FORSEPSI, Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Otorita IKN Lazuardi Nasution, serta Business Development Manager Plasticpay, Arif Rahman Abidin.
Kegiatan ini juga didukung oleh Mayora Group. Dalam kesempatan tersebut, Sustainability Director Mayora Group Tunky Natanael Kurniawan mengatakan, “Mayora Grup sebagai produk asli anak Bangsa, berkomitmen tak hanya menghadirkan produk berkualitas namun juga menjaga keberlanjutan lingkungan untuk Indonesia bersih melalui kampanye Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN) yang telah kami lakukan secara konsisten sejak tahun 2021.“
“Sejalan dengan komitmen tersebut, pada hari ini, Mayora Group mendukung prinsip IKN sebagai kota yang berkelanjutan, dimana Otorita IKN mengelola sampah agar tak hanya bermanfaat namun juga menerapkan ekonomi sirkular," lanjut Tunky.
Dalam kesempatan yang sama, Otorita IKN menerima penyerahan Plasticpay Reverse Vending Machine (RVM) dari Mayora Group, yakni mesin otomatis penukar botol plastik bekas menjadi poin digital yang dapat dikonversi menjadi uang elektronik dan rekening bank. Ujar Imam Pesuwaryantoro selaku Senior Strategic Communication, Plasticpay.
Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui permainan edukatif terkait pengelolaan sampah pribadi serta pemberian apresiasi kepada masyarakat IKN yang telah konsisten memilah sampah di tempat tinggalnya. Kegiatan ini diharapkan memperkuat perubahan perilaku dan mempercepat terbangunnya sistem pengelolaan sampah yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara. (H-2)
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Peneliti temukan cara mengolah limbah biji bunga matahari menjadi tepung roti bernutrisi tinggi. Kaya protein, antioksidan, dan bantu kontrol gula darah.
Selama lebih dari empat tahun terakhir Banyumas menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved