Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia. Dengan luas sekitar 125 juta hektare, hutan Indonesia diperkirakan mampu menyerap hingga 25 miliar ton karbon, hanya tertinggal dari Brasil dan Kongo. Namun, potensi ekonomi dari penyerapan emisi ini sangat bergantung pada pembuktian saintifik atas kelestarian hutan yang dijaga. Tanpa sistem monitoring, reporting, and verification (MRV) yang kredibel, aset hijau Indonesia rentan kehilangan nilai tawar dan kepercayaan di pasar internasional.
Guna menjawab tantangan transparansi tersebut, Dassa meluncurkan platform MRV bernama Sakala di Jakarta, Rabu (17/12). Platform terintegrasi ini dirancang untuk menata ulang tata kelola data industri lingkungan, khususnya pada proyek karbon kehutanan dan nature-based solutions (NBS) di Indonesia.
Deputy Director of Technical & Business Development Dassa, Leo Wibowo, menjelaskan bahwa selama ini hambatan utama dalam implementasi proyek karbon terletak pada pengumpulan data di lapangan. Lokasi proyek yang kerap berada di wilayah pelosok (remote area) dengan keterbatasan akses listrik dan internet sering kali menghambat penyusunan data yang akurat dan terkompilasi dengan baik.
"Meskipun kegiatan konservasi di lapangan berjalan, kendala teknis dalam pengiriman data dapat mengurangi nilai integritas proyek tersebut. Kehadiran sistem MRV digital bertujuan memastikan setiap aktivitas memiliki bukti lokasi dan konteks yang valid secara real-time," ujar Leo.
Pentingnya integritas data ini, lanjut Leo, selaras dengan yang ditekankan oleh Penasihat Utama Menteri Kehutanan, Edo Mahendra, bahwa kepemilikan hutan luas tidak akan berarti tanpa bukti pengelolaan yang transparan. Dalam konteks perdagangan karbon, integritas tinggi (high integrity) merupakan prasyarat mutlak agar kredit karbon Indonesia diakui secara global.
Selain masalah teknis, platform ini dikembangkan untuk beradaptasi dengan regulasi nasional yang dinamis. Setiap data yang diproses diarahkan untuk patuh pada komitmen Nationally Determined Contributions (NDC), Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), serta kebijakan Net Zero Emission.
Saat ini, implementasi teknologi MRV tersebut mulai difokuskan pada proyek-proyek di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Dalam jangka panjang, digitalisasi pelaporan data lingkungan diharapkan mampu mempercepat proses verifikasi yang selama ini memakan waktu berbulan-bulan, sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia dalam persaingan pasar karbon regional maupun global. Dengan sistem verifikasi berlapis, Indonesia diharapkan mampu menyajikan data yang akuntabel sebagai fondasi ekonomi hijau yang berkelanjutan.
President Director Dassa, Sylviana Andhella, menekankan bahwa integritas adalah penggerak utama dalam tata kelola lingkungan. Fragmentasi data dari lapangan hingga laporan akhir selama ini menjadi celah yang berisiko merusak kredibilitas proyek. Oleh karena itu, mekanisme verifikasi berlapis diintegrasikan untuk menjaga akurasi pada setiap tahapan implementasi.
Saat ini, implementasi sistem pemantauan ini difokuskan pada proyek-proyek karbon di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Dalam jangka panjang, Sakala diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian target iklim Indonesia serta memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon regional dan global. (E-3)
Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi perubahan iklim terkhusus yang berkaitan dengan kontribusi perdagangan karbon.
Pemerintah Provinsi Kalsel mulai menjajaki potensi dan skema perdagangan karbon (carbon trade) sebagai salah satu sumber pendapatan daerah berbasis ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Terdapat empat mekanisme utama yang diatur sejak awal, yaitu perdagangan karbon, pembayaran berbasis kinerja, pungutan karbon, dan mekanisme lainnya.
DUNIA tengah menghadapi tiga krisis besar yang saling berkaitan, krisis iklim, pencemaran lingkungan, serta hilangnya keanekaragaman hayati. Ketiga krisis tersebut dinilai sebagai ancaman
Sektor bangunan gedung memegang peranan krusial dalam mitigasi perubahan iklim di Indonesia.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
PT Pertamina Gas (Pertagas), yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina, berhasil meraih Gold Rank dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (Assrat) 2025.
Mengusung tema "Decarbonizing for Our Sustainable Tomorrow", simposium ini menjadi wadah kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan hijau, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular.
Kita harus jujur mengakui, selama lima dekade perjalanan Indonesia dalam isu nuklir, selalu tersandung pada simpul yang sama: komitmen yang mudah diucapkan, tapi rapuh ketika diuji.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved