Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

SCG Perkuat Aksi Dekarbonisasi Lewat ESG Symposium 2025

Ficky Ramadhan
02/12/2025 21:30
SCG Perkuat Aksi Dekarbonisasi Lewat ESG Symposium 2025
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SCG menegaskan komitmennya memperkuat aksi dekarbonisasi nasional melalui penyelenggaraan ESG Symposium 2025 Indonesia pada di The Ritz-Carlton Jakarta, Selasa (2/12). Dengan mengusung tema "Decarbonizing for Our Sustainable Tomorrow", simposium ini menjadi wadah kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan hijau, dekarbonisasi, dan ekonomi sirkular.

Indonesia saat ini tengah menghadapi tekanan Triple Planetary Crisis yang meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan meningkatnya polusi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menargetkan penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 93,5 persen serta peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup menjadi 83,0. Sejalan dengan itu, peta jalan menuju Net Zero Emission 2060 mulai ditegaskan melalui berbagai strategi nasional lintas sektor.

President & CEO SCG, Thammasak Sethaudom menekankan pentingnya kerja bersama dalam mempercepat transisi menuju emisi nol bersih.

"Perjalanan Indonesia menuju Net Zero 2060 membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Hal ini membutuhkan kerjasama, inovasi, dan inklusi. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah kita harus bertindak — tetapi seberapa cepat dan seberapa kolaboratif kita dapat bergerak, sembari memastikan transisi ini tetap adil dan tidak meninggalkan siapa pun," kata Thammasak.

Dukungan serupa juga disampaikan Sekretaris Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Muhammad Taufiq. Menurutnya, perlu ada aksi nyata dalam mencapai Net Zero Emission pada 2060.

"Pemerintah Indonesia telah menegaskan komitmennya untuk mencapai Net Zero Emission pada pertengahan di abad ini, serta meningkatkan ambisi kontribusi penurunan emisi dalam bentuk dokumen emisi. Namun, komitmen di atas kertas tidak akan berarti tanpa adanya transformasi nyata di sektor lingkungan, terutama khususnya di sektor industri," ujarnya.

Sebagai wujud komitmen konkret, simposium ini menghadirkan sesi Joint Declaration dalam agenda "Circular Future Collaboration and Commitment: Declaration for Greener Tomorrow". Deklarasi tersebut menjadi implementasi nyata model Public, Private, People Partnership (PPPP), yang melibatkan beberapa perusahaan serta para komunitas.

Deklarasi ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan solusi keberlanjutan, termasuk komitmen mengurangi emisi GRK secara nasional, membangun kemitraan berkelanjutan, serta mendorong percepatan transisi menuju Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan kompetitif.

Sementara itu, Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan menegaskan bahwa pentingnya model PPPP dalam mewujudkan keberlanjutan. Menurutnya, penyatuan seluruh pemangku kepentingan akan memperluas dampak kolaborasi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

"Kolaborasi adalah kunci utama untuk mempercepat keberlanjutan. Melalui model PPPP, kami dapat menggabungkan kekuatan kebijakan publik, keahlian industri, dan partisipasi masyarakat untuk menghasilkan dampak nyata dan skala besar, khususnya dalam upaya dekarbonisasi dan penanganan limbah," tuturnya.

Melalui ESG Symposium 2025, SCG berharap momentum ini menjadi titik tolak bagi pemangku kepentingan untuk bergerak lebih cepat, terukur, dan terintegrasi. Dengan mengharmonikan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas lingkungan, SCG optimistis Indonesia mampu mencapai target Indonesia Emas 2045 dan Net Zero Carbon 2060, serta membangun masa depan yang tangguh dan berkelanjutan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik