Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

ABB Luncurkan System untuk Jembatani Masa Depan Otomasi

mediaindonesia.com
26/2/2026 19:40
ABB Luncurkan System untuk Jembatani Masa Depan Otomasi
President ABB Energy Industries Asia, Anders Maltesen saat mempresentasikan kinerja ABB.(DOK ABB)


SETELAH memperkenalkan Program Automation Extended secara global pada awal Februari 2026, ABB (ASEA Brown Boveri), Rabu (25/2) menegaskan relevansi program ini bagi sektor energi dan proses industri di Indonesia dalam acara Buka Puasa bersama media di Jakarta.

Sektor energi Indonesia sedang berada dalam fase transformasi signifikan seiring upaya negara dalam memperkuat ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta mendorong kedaulatan energi jangka panjang. Di tengah proses tersebut, sebagian besar infrastruktur yang ada saat ini masih beroperasi dengan tingkat utilisasi tinggi dan harus tetap berjalan, sembari kapasitas baru dan inisiatif energi yang lebih bersih terus dikembangkan.

Automation Extended dirancang untuk mendukung dan memungkinkan operator melakukan modernisasi serta memperluas kapabilitas secara bertahap, sambil tetap menjaga operasional yang stabil, aman, dan berkelanjutan. Pendekatan ini sangat relevan dengan lanskap energi Indonesia, di mana infrastruktur energi tersebar di ribuan pulau, mencakup beragam sumber pembangkitan, dan memegang peran krusial dalam pembangunan nasional serta ketahanan negara.

ABB Ability™ System 800xA® 7.0 merupakan versi terbaru dari DCS andalan ABB yang menghadirkan fungsionalitas Automation Extended. Solusi ini menyediakan platform jangka panjang yang stabil untuk mendukung adopsi kapabilitas digital baru secara bertahap, sekaligus menjaga keandalan dan keamanan operasi inti. 

ABB meluncurkan versi terbaru dari Distributed Control System/ sistem kontrol terdistribusi (DCS), ABB Ability™ System 800xA® 7.0 membantu operator industri melakukan modernisasi tanpa gangguan serta mempercepat langkah mereka menuju otomatisasi generasi berikutnya.

Sekedar info, ABB adalah pemimpin teknologi global di bidang elektrifikasi dan otomasi, yang memungkinkan masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien dalam penggunaan sumber daya. ABB mempunyai komitmen untuk mendukung industri Indonesia dengan teknologi ramah lingkungan dan efisien.

Dibangun dalam pendekatan jangka panjang ABB pada modernisasi tanpa hambatan, sistem kontrol terdistribusi (DCS) ABB Ability™ System 800xA® 7.0 berfungsi sebagai jembatan menuju teknologi otomasi masa depan.

System 800xA 7.0 menyediakan jalur yang stabil dan dapat diprediksi, baik untuk instalasi yang sudah ada, maupun proyek-proyek baru yang kompatibel dengan Windows OS, dukungan virtualisasi yang diperluas, serta keberlanjutan jangka panjang tanpa gangguan pada saat melakukan upgrade.

Berdasarkan kepemimpinan jangka panjang ABB dalam otomatisasi, System 800xA 7.0 memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada industri untuk menjaga sistem kontrol mereka tetap mutakhir, aman, dan selaras dengan tuntutan digital yang berkembang pesat. Sistem ini dibangun di atas ekosistem otomatisasi yang modern, terbuka, dan modular, yang dirancang untuk interoperabilitas, skalabilitas, serta integrasi lintas domain industri.

“System 800xA 7.0 menandai langkah penting kamiuntuk menghadirkan inovasi dengan tetap menjaga kesinambungan,” ujar Senior Vice President ABB Automation Technology, Stefan Basenach, saat acara buka puasa bersama di Jakart, Rabu (25/2). “Pelanggan menyampaikan kepada kami bahwa mereka membutuhkan kemampuan untuk melakukan modernisasi sesuai kecepatan mereka sendiri sambil tetap melindungi  sistem yang telah terpasang. Dengan versi 7.0, kami memberikan platform yang tangguh hari ini dan siap untuk masa depan. Versi 7.0 ini tidak hanya memperkuat kapabilitas inti sistem kontrol yang mereka andalkan, tetapi juga membuka jalan menuju fungsionalitas Automation Extended, sehingga mereka dapat mengadopsi teknologi digital generasi berikutnya secara bertahap tanpa gangguan,” jelas Basenach. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya