Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ini Cara Pacu Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ihfa Firdausya
02/1/2026 16:15
Ini Cara Pacu Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ilustrasi.(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)

MESIN perekonomian dinilai perlu dipacu sejak awal tahun agar target pertumbuhan bisa tercapai. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman berpandangan, agar mesin pertumbuhan ekonomi menyala kencang sejak awal tahun, kuncinya bukan pada target ambisius, melainkan kecepatan eksekusi kebijakan.

Ia mencontohkan dalam pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan ketika belanja negara lambat di kuartal I sehingga ekonomi bergerak setengah tenaga.

Karena itu, katanya, yang dibutuhkan adalah front-loading belanja produktif yang benar-benar menciptakan permintaan riil, bukan belanja administratif dan percepatan proyek dan program yang sudah shovel-ready.

"Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu, dan momentum pertumbuhan terbuang," ujar Rizal ketika dihubungi, Jumat (2/1).

Di saat yang sama, lanjutnya, mesin pembiayaan harus ikut dipaksa bergerak, bukan dibiarkan terlalu berhati-hati. Ia mengatakan likuiditas perbankan sebenarnya cukup tetapi penyaluran kredit masih cenderung defensif dan berputar di sektor rendah risiko. Hal itu membuat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil tidak efektif.

"Jika pemerintah dan otoritas keuangan serius ingin pertumbuhan lebih cepat, maka insentif dan mitigasi risiko harus diarahkan agar kredit mengalir ke sektor produktif industri manufaktur, pertanian, dan UMKM yang punya efek pengganda nyata terhadap output dan tenaga kerja," paparnya.

Dengan kata lain, kata Rizal, kepercayaan pelaku usaha harus dikunci sejak awal tahun melalui kepastian kebijakan, bukan janji di tengah jalan. Pasalnya, dunia usaha mengambil keputusan investasi di bulan-bulan pertama, bukan menunggu semester II.

"Karena itu, konsistensi regulasi, kejelasan insentif, dan sinyal kebijakan yang tidak berubah-ubah menjadi faktor penentu. Jika awal tahun sudah dipenuhi ketidakpastian, maka ekonomi akan berjalan lambat sepanjang tahun. Sebaliknya, bila mesin sudah panas sejak kuartal I, tugas pemerintah selanjutnya hanya menjaga agar ia tidak kehabisan bahan bakar," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2026 tidak terlalu sulit untuk dicapai. Apalagi, katanya, kebijakan fiskal dari pemerintah semakin sinkron dengan kebijakan moneter dari bank sentral atau Bank Indonesia.

“Sekarang bisa ngomong dengan lebih yakin bahwa tahun depan 6%, walaupun di APBN 5,4% ya, saya akan paksa dorong ke 6%, dan probability itu terjadi semakin terbuka lebar, karena kami semakin sinkron dengan bank sentral,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12).

Untuk tumbuh 6% itu, Purbaya akan mendorong fiskal dibelanjakan dengan cepat di awal tahun. Kemudian memperbaiki iklim berusaha atau investasi. Hal sudah mulai dilakukan melalui Satgas Debottlenecking untuk menyelesaikan hambatan berusaha dan investasi. (I-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya