Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Riau Abdul Wahid yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di sebut menyimpan mata uang asing di dalam kardus di rumahnya.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap Gubernur Riau Abdul Wahid meminta uang pemerasan sampai Rp7 miliar. Dana itu dipakai untuk bepergian ke luar negeri.
GUBERNUR Riau Abdul Wahid (AW) dan dua tersangka lain akan ditahan KPK hingga tanggal 23 November 2025 mendatang.
Gubernur Riau, Abdul Wahid, yang kini tengah menghadapi tuduhan pemerasan, dipastikan sudah mengantongi total uang hasil pemerasan hingga mencapai Rp4,05 milia
Dalam penangkapan sejumlah pihak lainnya, KPK turut menyita Rp800 juta. Jika ditotal, barang bukti dalam OTT ini mencapai Rp1,6 miliar.
KPK sudah menggelar ekspose dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Riau. Kasus rasuah dalam OTT itu adalah pemerasan.
Dalam kasus ini, ada juga uang yang disita oleh tim penangkapan.
Gubernur Riau, Abdul Wahid, kembali menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Abdul Wahid sudah terlihat mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.
Jika putusan pengadilan telah berkekuatan hukum tetap, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau memiliki kewenangan untuk menetapkan wakil gubernur menjadi gubernur definitif.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akhirnya angkat bicara terkait OTT yang dilakukan KPK, Gubernur Riau Abdul Wahid.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, giliran Gubernur Riau Abdul Wahid yang diamankan.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) diduga sempat hendak melarikan diri saat dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, (3/11).
Sebelum OTT Gubernur Riau, KPK telah melakukan OTT terhadap beberapa dinas dan pejabat di beberapa provinsi. Salah satunya terhadap eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer.
BARANG bukti yang tunai disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) atau OTT Gubernur Riau, Abdul Wahid (AW) .
KPK menyita Rp1,6 miliar dalam OTT Gubernur Riau Abdul Wahid. Penyerahan uang itu diduga bukan yang pertama, dan bagian dari transaksi berulang
KPK dijadwalkan mengumumkan status hukum Gubernur Riau, Abdul Wahid, hari ini, Rabu (5/11), setelah ia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT
KPK mengungkapkan, dari operasi tangkap tangan atau OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, penyidik telah menyita uang senilai Rp1,6 miliar yang diduga merupakan jatah preman.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Tenaga Ahli Gubernur Riau Abdul Wahid, yaitu Dani M Nursalam (DN), menjadi salah satu figur kunci dalam operasi tangkap tangan atau OTT Riau.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keprihatinannya atas penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid.
KPK mengingatkan Pemerintah Provinsi Riau untuk lebih serius lagi melakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola pemerintahan.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved