Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, pada Kamis, 18 Desember 2025. Perkara rasuah yang menjeratnya berkaitan dengan suap.
“Iya (suap),” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, hari ini.
Budi mengatakan, Ade dan sejumlah pihak lain yang ditangkap tengah diperiksa oleh KPK, saat ini. Ojek suap berupa sejumlah proyek di Kabupaten Bekasi.
“Ini masih terus didalami di antaranya terkait dengan proyek-proyek di Bekasi,” ujar Budi.
Menurut Budi, KPK masih melakukan pendalaman. Perkara lain bisa terbongkar dalam proses pemeriksaan. “Apakah ini hanya satu klaster, atau dua klaster tindak pidana korupsi,” ucap Budi.
KPK memiliki aturan main 1x24 jam saat melakukan OTT. Status hukum pihak terjaring akan diumumkan melalui konferensi pers. (Can/P-1)
Aparatur desa yang mendapatkan jabatan melalui skema pemerasan cenderung akan terjebak dalam pola pikir balik modal.
Praktik lancung Bupati Pati Sudewo bermula saat Pemerintah Kabupaten Pati mengumumkan rencana perekrutan perangkat desa untuk Maret 2026.
Asep menjelaskan salah satu tugas dari Tim 8 adalah menghubungi para kepala desa di wilayah masing-masing untuk mengumpulkan uang dari para calon perangkat desa.
SETELAH OTT KPK, Bupati Pati Sudewo kini ditetapkan sebagai tersangk kasus dugaan pemerasan. KPK turut menyita uang senilai Rp2,6 miliar.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pati Sudewo (SDW) sebagai tersangka kasus pemerasan dalam pengisian jabatan calon perangkat desa (caperdes).
OTT yang kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah dinilai mencerminkan persoalan struktural dalam sistem pemerintahan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved