Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Junta militer Myanmar telah mencabut lisensi lima outlet media untuk melarang liputan independen protes anti-kudeta. Langkah ini merupakan pukulan besar bagi kebebasan pers di negara itu.
Polisi dan militer menanggapi aksi protes dengan tindakan keras yang semakin brutal terhadap para demonstran, dengan lebih dari 50 orang tewas dan hampir 1.800 ditangkap.
Gerakan itu bertujuan melengserkan kudeta militer dan mengembalikan pemerintahan Aung San Suu Kyi. Setidaknya ada 18 organisasi buruh yang mengikuti aksi protes.
Pasukan polisi menyerang petugas medis dan fasilitas medis termasuk mobil ambulans yang memberi pertolongan kepada para demonstran yang melakukan unjuk rasa.
Beberapa minggu kemudian dia ditembak mati oleh polisi, tepatnya pada Rabu (3/3) dalam protes di jalanan kota Mandalay. Saat itu, kaosnya bertuliskan, "Semuanya akan baik-baik saja."
Militer juga mengatakan bahwa lebih dari 1.300 pengunjuk rasa ditangkap selama demonstrasi nasional.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wartawan telah ditangkap, termasuk seorang fotografer Associated Press di Yangon.
Diungkapkan tim kuasa hukumnya, Aung San Suu Kyi didakwa telah melanggar undang-undang komunikasi dan memicu keresahan warga Myanmar.
Para pengunjuk rasa yang berusaha berkumpul untuk demonstrasi damai disambut dengan tanggapan agresif oleh pasukan keamanan. Dan seorang wanita di pusat kota Monywa ditembak mati
Langkah militer untuk memecat duta besar bisa menjadi awal dari proses panjang di PBB.
Polisi Myanmar menembakkan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa di Yangon pada Sabtu (27/1), menurut seorang reporter AFP.
Rumah sakit umum sepi, kantor pemerintah dibiarkan gelap dan kereta tidak beroperasi. Myanmar seperti kota mati sekarang ini.
Aksi protes dipicu beredarnya kabar bahwa Indonesia tengah membujuk negara anggota ASEAN, untuk mendukung pemilu baru yang diserukan oleh junta militer.
SEKJEN PBB Antonio Guterres mengutuk penggunaan senjata mematikan oleh junta militer Myanmar terhadap demonstran di sana, menyusul tewasnya dua demontran yang ditembak.
Meski pasukan militer terus bertambah di berbagai wilayah, demonstran tidak takut dan bertekad untuk berjuang hingga kekuasaaan militer berakhir.
Utusan khusus PBB mengingatkan militer Myanmar bahwa dunia sedang mengawasi aksi kudeta dengan seksama. Segala bentuk tanggapan keras memiliki konsekuensi besar.
Junta militer telah meningkatkan upaya untuk mengatasi gerakan pembangkangan sipil yang sedang berkembang yang menuntut kembalinya pemimpin negara yang digulingkan, Aung San Suu Kyi.
Masyarakat Myanmar melakukan patroli dan menolak keberadaan tentara yang mencabut undang-undang yang melindungi kebebasan.
Peringatan tersebut muncul setelah unjuk rasa anti-kudeta yang berlangsung selama enam hari berturut-turut yang mengutuk penggulingan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.
Ratusan pengunjuk rasa Thailand berkumpul di Bangkok pada Rabu (10/2) untuk menuntut pembebasan empat aktivis yang ditahan sambil menunggu persidangan atas tuduhan menghina raja Thailand.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved