Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA beras di Pasar Tugu, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) terus mengalami kenaikan. Terbaru harga beras kualitas pandan wangi naik lagi menjadi Rp17.500 per kilogram. Naik Rp500 dibandingkan pada Senin (19/2/2024).
Salah seorang pedagang beras di Pasar Tugu Andri mengaku kenaikan harga beras terjadi sejak pemilu 14 Februari lalu sampai saat ini. Ia memprediksi harga beras dari kelas termurah hingga termahal akan terus mengalami kenaikan sampai bulan puasa hingga idul fitri mendatang.
"Harga beras masih akan naik terus terlebih menjelang puasa dan lebaran,” kata Andri dihadapan sejumlah ibu rumah tangga yang beli beras, Selasa (20/2).
Baca juga : 3 Pasar Tradisional di Depok Kehabisan Stok Beras
Untuk harga beras pandan wangi per hari ini, kata Andri telah naik jadi Rp17.500 per kilogram. Padahal per hari Senin kemarin harga beras pandan wangi masih Rp17 ribu per kilogram.
Andri mengaku baru ambil beras dari distributor pasar induk Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Harga beras belum turun juga.
"Ini baru ambil beras dari pasar induk Cipinang. Saya belanja sekalian cek harga apakah turun apa tetap naik dan ternyata makin naik," kata Andri lagi.
Baca juga : Beras Kualitas Premium di Depok Menghilang Usai Pemilu
Andri mengatakan melejitnya harga beras di pasar tradisional membuat pedagang terpaksa ambil untung tak seberapa.
"Untung dari beras kecil per kilo paling Rp1000-Rp1500 per kilo. Kan dihitung juga ongkos operasionalnya," kata Andri.
Informasi yang didapat Andri, naiknya harga beras karena faktor cuaca. Selain itu akibat kurangnya pengawasan dari pemerintah. Pemerintah membiarkan harga naik dan terlalu sibuk mengurusi pemilu presiden dan pemilu legislatif.
Baca juga : Beras Langka dan Mahal, Warga Depok Mulai Konsumsi Singkong Rebus
"Faktor cuaca yang tak menentu memang menjadi salah satu penyebab petani gagal panen.Tapi faktor lainnya karena tak ada gabrakan dari pemerintah menstabilkan harga," ucap Andri.
Pedagang lainnya, Zarkasih, memprediksi harga beras tak bakal turun justru akan terus menaik hingga idul fitri mendatang.
"Kalau untuk waktu dekat ini tidak bakal mungkin turun malah menurut saya justru makin langka," katanya.
Baca juga : Harga beras di Depok Terus Meroket Masyarakat Terpaksa Belanja Beras Satu Liter per Hari
Terbukti sudah sepekan pemilu harga beras makin melangit dan langka pula. "Buktinya harga beras kualitas premium saja naik lagi. Padahal kemarin harga beras kualitas premium masih Rp16 ribu per kilo, dan hari ini naik lagi jadi Rp17 ribu per kilo. Ada kenaikan Rp1000 per kilo," ucap Zarkasih.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (KUPTD) Pasar Tugu Ikhwan Suryadin Nasution mengaku bahwa hingga dewasa ini harga beras dari kelas medium, bulog, ramos, premium, petruk, pandan wangi, sania hingga beras kelas jeruk, terus naik. Bahkan beras kualitas pandan wangi justru menghilang dari pasaran.
"Menghilangnya beras kelas pandan wangi dari pasaran karena mayoritas masyarakat menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga. Termasuk restoran maupun rumah makan," katanya.
Baca juga : Harga Beras di Depok Melambung Tinggi, Pembeli Kurangi Belanja
Naiknya harga beras, dia menuturkan, dikeluhkan oleh konsumen. Mereka menilai kenaikan harga beras saat ini tidak wajar.
"Konsumen ngeluh soalnya naiknya gak bener, gak wajar. Biasanya kenaikan beras antara Rp300 sampai Rp500 sekarang sampe Rp5 ribu," kata dia.
(Z-9)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah.
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved