Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), menjerit akibat lonjakan harga beras yang disusul dengan kelangkaan di ritel pedagang tradisional dan ritel modern.
"Kami terpaksa mengurangi porsi nasi. Rumah tangga kami juga terpaksa kembali ke zaman dulu makan ubi atau singkong rebus lalu ditambal dengan sedikit nasi, " ungkap Sitira Apriani salah seorang konsumen saat dijumpai di Pasar Sukatani, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Rabu (14/2/2024) siang.
Sitira mengaku, beberapa hari ini keluarganya makan singkong rebus atau ubi jalar karena harga beras terus mengalami kenaikan setiap harinya.
Baca juga : Harga Beras Naik di 28 Provinsi, Indonesia Alami Inflasi 0,04%
"Kalau bisa harga beras jangan naik, stabil saja. Karena ekonomi sudah cukup sulit, tidak naik saja masih banyak yang kekurangan, apalagi yang ekonomi bawah," katanya.
Mahalnya beras dipasaran, sambung Sitira keluarganya terpaksa mengurangi porsi nasi. " Kami terpaksa pula memakan ubi rebus atau singkong kemudian ditambal sedikit nasi asalkan kenyang, " katanya.
Dikatakan, harga beras termurah kualitas medium di ritel pedagang saat ini telah mencapai angka Rp17 ribu per kilogram (kg). Padahal bulan Januari lalu beras kualitas medium tersebut masih di angka Rp11 ribu per kg.
Baca juga : DKPP Klaten Nyatakan Kenaikan Harga Beras Merupakan Mekanisme Pasar
Begitu pula dengan harga beras kualitas premium bulan Januari lalu masih diangka Rp14 ribu per kg sekarang naik menjadi Rp19 ribu per kg. Sementara itu beras kualitas petruk yang sebelumnya masih diangka Rp15 ribu per kg naik menjadi Rp22 ribu per kg.
Maka dari itu, Sitira berharap agar pemerintah segera menurunkan harga beras.
"Berharap pemerintah cepat mengatasi hal ini, karena ini sangat memberatkan kami, kaum rumah tangga. Kasihan juga rakyat kecil, bisa tidak makan karena tidak dapat membeli beras," ujarnya.
Baca juga : Harga Beras Kemungkinan Masih akan Terus Melonjak
Konsumen lainnya Surti mengeluhkan harga beras yang masih terus mengalami kenaikan di ritel Pasar Tradisional Pasar Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Konsumen tersebut berharap pemerintah dapat segera menurunkan harga bahan pokok tersebut.
Selain harga beras yang terus tinggi, sambung dia stok beras medium, premium dan petruk cenderung makin langka.
Baca juga : Kenaikan Harga Beras di Jatim Tidak Terkendali, Pedagang: Bukan karena El Nino
"Kenaikan beras yang terjadi sekarang sangat berat bagi masyarakat terutama untuk beras medium dari harga Rp11 ribu melonjak jadi Rp17 ribu per kg.
Beras premium awalnya dijual seharga Rp14 ribu per kg tapi sekarang naik lagi menjadi Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per kg," kata Surti.
Menanggapi harga beras yang tiap hari naik, Kepala UPT Pasar Sukatani, Tri Handoko mengatakan semua masyarakat mengeluhkan harga ini.
Baca juga : Wow, Harga Beras Cianjur Tembus Rp16 Ribu Per Kg
Tak hanya konsumen saja, pedagang pasar tradisional juga ikut menjerit imbas harganya yang meroket.
" Harga beras di Pasar Sukatani melambung tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Kenaikan harga ini diduga akibat stok beras di pasaran mulai menipis karena belum memasuki masa panen, " kata Tri (Z-4)
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved