Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Pasar Gedhe Klaten Dipasok Beras SPHP 4.700 Ton, Februari Penyaluran Terakhir

Djoko Sardjono
27/2/2026 15:37
Pasar Gedhe Klaten Dipasok Beras SPHP 4.700 Ton, Februari Penyaluran Terakhir
Penyaluran beras SPHP ke pedagang Pasar Gedhe Klaten.(MI/DJOKO SARDJONO)

GUNA mengamankan ketersediaan beras di pasar menjelang Lebaran 2026, Perum Bulog Cabang Surakarta pekan ini menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) 4.700 ton ke Pasar Gedhe Klaten.

Penyaluran beras SPHP ribuan ton ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama,  pada hari Senin (23/2) sebanyak 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.

Ribuan beras SPHP yang digelontorkan ke pasar tradisional tersebut, diambilkan dari Gudang Bulog Meger, Klten. Dan, posisi stok beras di gudang ini masih ada 10.780 ton atau aman untuk kebutuhan hingga akhir tahun.

Hal itu diungkapkan Kepala Gudang Bulog Meger, Syamsul Bahri, saat dikonfirmasi Media Indonesia terkait penyaluran beras SPHP kepada para pedagang sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Gedhe Klaten, Jumat (27/2). 

Pasar Gedhe Klaten rutin tiap pekan digelontor beras SPHP, untuk menekan kenaikan harga beras di pasar. HET beras SPHP Rp12.500 per kilogram, sedangkan harga beras lokal medium Rp14.000 per kilogram.

“Jadi, kebijakan pemerintah menyalurkan beras SPHP ke pasar tersebut, selain untuk mengamankan ketersediaan beras di pasar juga dalam rangka menjaga stabilitas harga,” kata Kepala Gudang Bulog Meger.

 Terkait penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, menurut Syamsul, Februari 2026 merupakan penyaluran yang terakhir. Ini sesuai penugasan yang diberikan dari pemerintah (Badan Pangan Nasional).

“Kemudian, untuk penyaluran bulan Maret, kami belum tahu. Karena, surat penugasan kepada Perum Bulog belum ada. Sehingga, untuk tindak lanjut penyaluran beras SPHP masih menunggu penugasan,” ujarnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya