Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA kebutuhan pokok pada sejumlah pasar tradisional Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) melambung. Salah satunya harga kebutuhan pokok yang naik adalah beras yang mengalami kenaikan hingga Rp2.500-Rp3.000 per kilogram (kg).
Saat ini, harga beras pada sejumlah pasar tradisional mencapai Rp13.500-Rp14.50 0 per kg. Kenaikan harga beras ini terjadi pada semua jenis. Mulai dari beras berkualitas biasa hingga beras kualitas premium.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Tradisional Sukatani, Tapos, Kota Depok Abdul Rahman mengungkapkan, kenaikan harga beras sudah dirasakan sejak dua pekan terakhir.
Baca juga : Kabulog: Operasi Pasar Dimasifkan Antisipasi Kenaikan Harga Beras
"Kenaikan harga beras ini sudah dirasakan dua pekan terakhir," kata Abdul Rahman di Pasar Tradisional Sukatani, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Senin (11/9).
Menurut Abdul Rahman, kenaikan harga beras yang tinggi saat ini diduga disebabkan oleh musim kemarau panjang yang mempengaruhi hasil panen padi disejumlah daerah. Beras yang di jual berasal dari Kabupaten Serang (Banten), Kabupaten Krawang (Jabar) dan sebagian dari Jawa Tengah (Jateng).
Baca juga : Kenaikan Harga Beras Berdampak Signifikan pada Inflasi
Dikatakan kenaikan harga beras membuat omset pedagang menurun. Sebab pembeli yang biasa membeli berkurang. " Banyak pembeli mengeluh dan terpaksa mengurangi pembelian dari biasanya. Kondisi ini jelas menurunkan pendapatan, " keluh Abdul Rahman.
Tuti pedagang beras di Pasar Tradisional Tugu, Cimanggis juga mengatakan kenaikan harga beras berdampak terhadap daya beli masyarakat di Pasar Tugu.
Kenaikan harga terjadi pada semua jenis beras, mulai dengan beras berkualitas satu hingga premium, dengan rata-rata kenaikan Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kg.
"Untuk kenaikan harga rata rata antara Rp 2.500 hingga Rp 3.000. Sebelumnya beras dengan kualitas menengah kita belanja masih bisa Rp10.000. Saat ini sudah Rp 12.500,” kata Tuti, Senin (11/9).
Pedagang beras lainnya Mamad yang membuka lapak di Pasar Agung, Sukmajaya mengaku resah akibat harga beras yang melambung tinggi sejak dua minggu terakhir.
"Harga beras tinggi, membuat kami harus mengganti harga setiap harinya. Kalau kulakan pasti ada stok, kita masih jual disesuaikan dengan harga kita beli,” ungkapnya.
Menurut Mamad harga yang melambung tinggi ini disebabkan oleh musim kemarau panjang yang mempengaruhi hasil panen padi.
Sementara itu Esti, salah seorang pembeli beras di Pasar Tradisional Sukatani mengungkapkan, dirinya harus mengeluarkan uang lebih untuk berbelanja karena beras merupakan kebutuhan pokok.
Selain mengeluarkan uang lebih, dirinya juga harus mengurangi pembelian.
"Saat ini kondisi ekonomi masih belum stabil. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, apalagi saat ini harga bahan pokok lainnya juga tinggi. Kenaikan harga beras ya cukup berat bagi kami,” kata Esti.
Kepala UPT Pasar Tradisional Sukatani Tri Handoko mengungkapkan henaikan harga beras itu perlahan, artinya tidak sekaligus sebesar Rp13.500-Rp14.500 per kg. Sekitar 2 pekan lalu, harga beras medium masih dihargai sekitar Rp10 ribu pe kg. Namun, kini harga beras melambung naik di kisaran harga Rp13.500 per kg.
"Beras ecer Rp 13.500 medium, barangnya gak begitu bagus," kata Tri, Senin (11/9).
Tri mengungkapkan sebelum ada kenaikan pedagang dapat menjual beras sekitar 2-3 kwintal. Namun, sejak ada kenaikan hanya berhasil menjual setengahnya (Z-4)
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Aulia Furqon, menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada beras 2025.
KEBERHASILAN swasembada pangan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merupakan kerja seluruh petani Lamongan.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved