Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerin Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan menyebutkan masyarakat tidak perlu mengkawatirkan ketersediaan beras yang ada saat ini.
"Terkait dengan stok beras, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya itu seperti apa yang disampaikan oleh Pak Presiden, kita itu surplus beras," ucap Iqbal saat ditemui di Jakarta, Jumat (15/8).
Merespon pengecer di ritel-ritel modern yang diketahui takut untuk kembali menjual beras, Iqbal menyebut bahwa hal tersebut tidaklah benar. Ial menyatakan bahwa pengecer-pengecer tersebut kini hanya lebih mengambil sikap hati-hati untuk mengeluarkan stok beras mereka.
"Pengecer ini bukan takut, terutama pengecer-pengecer yang di ritel modern. Mereka itu lebih berhati-hati sekarang untuk benar-benar memperhatikan jangan sampai beras yang mereka jual itu tidak sesuai standarnya. Kemudian jangan sampai juga itu tidak sesuai dengan ukurannya. Jadi mereka lebih berhati-hati mengeluarkan dari gudang mereka untuk ditaruh di showroom mereka," tutur Iqbal.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan petunjuk teknis (Juknis) terkait penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang nantinya bisa disalurkan melalui ritel modern untuk mempermudah masyarakat mendapatkan beras kualitas yang baik tetapi dengan harga yang murah. (Fal/E-1)
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Perum Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP pada Tahun 2026 sebesar 1,5 juta ton guna menjaga keterjangkauan harga nasional bagi masyarakat luas.
Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.
KEPUTUSAN pemerintah memperpanjang waktu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 hingga 31 Januari 2026 dinilai sebagai langkah strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved