Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerin Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan menyebutkan masyarakat tidak perlu mengkawatirkan ketersediaan beras yang ada saat ini.
"Terkait dengan stok beras, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Semuanya itu seperti apa yang disampaikan oleh Pak Presiden, kita itu surplus beras," ucap Iqbal saat ditemui di Jakarta, Jumat (15/8).
Merespon pengecer di ritel-ritel modern yang diketahui takut untuk kembali menjual beras, Iqbal menyebut bahwa hal tersebut tidaklah benar. Ial menyatakan bahwa pengecer-pengecer tersebut kini hanya lebih mengambil sikap hati-hati untuk mengeluarkan stok beras mereka.
"Pengecer ini bukan takut, terutama pengecer-pengecer yang di ritel modern. Mereka itu lebih berhati-hati sekarang untuk benar-benar memperhatikan jangan sampai beras yang mereka jual itu tidak sesuai standarnya. Kemudian jangan sampai juga itu tidak sesuai dengan ukurannya. Jadi mereka lebih berhati-hati mengeluarkan dari gudang mereka untuk ditaruh di showroom mereka," tutur Iqbal.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengeluarkan petunjuk teknis (Juknis) terkait penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang nantinya bisa disalurkan melalui ritel modern untuk mempermudah masyarakat mendapatkan beras kualitas yang baik tetapi dengan harga yang murah. (Fal/E-1)
Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.
KEPUTUSAN pemerintah memperpanjang waktu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 hingga 31 Januari 2026 dinilai sebagai langkah strategis.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
DPD dorong Bulog terus meningkatkan penyerapan beras lokal dari petani Kalimantan Tengah, sehingga kemandirian pangan di daerah dapat terwujud.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved