Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa sejauh ini Bulog telah melakukan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui berbagai skema.
"Kita kan dalam penyaluran beras SPHP itu yang pertama ke pengecer-pengecer pasar. Itu mereka menggunakan aplikasi SPHP. Jadi pengecer-pengecer-pengecer tersebut itu harus mengikuti aturan SPHP, terdaftar, kemudian bisa pesan di situ juga. Kemudian kalau sudah terdaftar bisa pesan per pengecer itu maksimal dia bisa pesan 2 ton," ucap Rizal saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (13/8).
Skema kedua, Rizal menjelaskan bahwa Perum Bulog mendistribusikan beras SPHP melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Koperasi Desa Merah Putih juga itu fleksibel, tergantung juga kebutuhan masing-masing koperasi," sebutnya.
Skema ketiga, ia menyampaikan bahwa penyaluran beras SPHP bisa didapatkan melalui koperasi kementerian dan lembaga pemerintah.
"Itu boleh, termasuk TNI/Polri ada koperasinya itu. Itu juga boleh, itu diizinkan. Kemudian yang keempat adalah teman-teman jajaran BUMN. BUMN-BUMN kan juga ada seperti PT POS, ID FOOD, terus PTPN. Nanti saya lagi terobos sekarang dengan Pegadaian, Pegadaian kan punya outlet-outlet, jadi bisa untuk bantu jualan beras SPHP," terangnya.
Rizal menjelaskan, penyaluran beras SPHP melalui skema-skema tersebut bertujuan agar beras SPHP bisa terdistribusi ke masyarakat dengan baik.
Namun demikian, dirinya tidak menampik bahwa masih terdapat tantangan dalam penyaluran beras SPHP, utamanya kepada para pengecer-pengecer di pasar.
"Karena semua ini menggunakan aplikasi, kan tidak semuanya langsung bisa cepat, kan perlu sosialisasi. Pengecer-pengecer yang di pasar-pasar itu kan rata-rata ya sudah sepuh-sepuh, mbok-mbok atau bagaimana kan, handphone-nya juga handphone jadul atau bagaimana sehingga tidak ada handphone Android dan sebagainya. Kadang-kadang kita bantu lewat teman-teman cabang-cabang Bulog yang ada di wilayah Kita bantu bagaimana supaya mereka bisa menggunakan aplikasi itu," pungkas Rizal. (H-3)
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Perum Bulog melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara serentak di seluruh Indonesia guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras serta Minyakita.
WAKIL Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq bersama Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah Sri Muniati mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati dalam kunjungan kerja ke Jawa Tengah.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Peluncuran GPM serentak telah dimulai sejak 9 Februari 2026 dan akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah.
Pada perspektif makro, harga yang stabil menciptakan kepastian usaha, visibilitas permintaan, kepercayaan investor, serta perlindungan daya beli masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. Dalam waktu dekat, sebanyak 308 GPM akan digelar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng).
Harga pangan di Pasar Terong terpantau relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi.
DI awal bulan suci Ramadan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Pasar Tradisional Larangan Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved