Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disalurkan Kepolisian Resor (Polres) Tuban di sejumlah titik. Gerakan pangan murah ini dilaksanakan Polres dua kali dalam sepekan terakhir.
Sabtu (9/8) pekan lalu gerakan pangan murah juga dilakukan Polres di Balai Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding. Dengan demikian, Polres telah menyalurkan beras SPHP sejumlah 12 ton bagi masyarakat Tuban.
Upaya ini dilaksanakan Polres bersama lima Polsek jajaran dalam sepekan mendatang. Kapolres Tuban AKB William Cornelis Tanasale, memantau pelaksanaan kegiatan yang digelar di Balai Desa Sambongrejo, Kecamatan Semanding.
Dengan demikian, Polres Tuban menjadwalkan mendistribusikan beras SPHP tersebut sebanyak 12 ton kepada warga penerima manfaat yang diawali pada hari Sabtu (09/08) lalu sebanyak 2 ton. "Hari ini ada 10 ton beras dan tersebar di lima titik, " terang Kapolres, Senin (11/8).
Dalam kegiatan tersebut warga terlihat antusias memanfaatkan kesempatan membeli beras murah yang dijual dengan harga Rp11.600 per kg. Kapolres juga berinteraksi langsung dengan warga untuk mendengar masukan serta memastikan penyaluran pangan yang digelar pemerintah ini berjalan lancar, tertib dan tepat sasaran. "Mereka merasa sangat terbantu dengan adanya program ini," ujarnya.
Menurut Kapolres, program Gerakan Pangan Murah (GPM) ini akan dilaksanakan selama sepekan kedepan dengan sasaran lokasi yang berbeda. "Kemarin sudah kita laksanakan di enam lokasi," jelas mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak itu.
Dalam penyaluran tersebut, Polres Tuban menyalurkan sebanyak 2000 paket beras kemasan 5 kg dengan jumlah total 10 ton disiapkan di lima lokasi berbeda.
Kapolres Tuban berharap program gerakan pangan murah ini dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat secara maksimal mendapatkan beras kualitas baik dengan harga yang terjangkau. "Melalui program ini diharapkan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau, " pungkasnya.(E-2)
Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.
KEPUTUSAN pemerintah memperpanjang waktu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 hingga 31 Januari 2026 dinilai sebagai langkah strategis.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
DPD dorong Bulog terus meningkatkan penyerapan beras lokal dari petani Kalimantan Tengah, sehingga kemandirian pangan di daerah dapat terwujud.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved