Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), mengeluhkan mahalnya harga beras di pasar tradisional. Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Depok segera menggelar operasi pasar guna mengatasi kenaikan harga beras sehingga masyarakat bisa mendapatkan komoditas pangan itu dengan harga terjangkau.
Dari penuturan masyarakat, kenaikan harga beras ini membuat mereka terpaksa mengurangi pembelian beras dari bulanan menjadi harian.
Seorang ibu di Pasar Tradisional Sukatani, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok bernama Mariati mengaku ia hanya mampu membeli satu liter beras per hari. Pengurangan belanja itu untuk mencukupi kebutuhan dapur.
Baca juga: Bulog Malang Kesulitan Beli Beras Petani
Mariati mengaku harga beras di Pasar Tradisional Sukatani mengalami kenaikan sejak tiga bulan terakhir.
“ Biasanya belanja beras bulanan.Tapi kini belanja satu liter sehari, ini saya rasakan sejak Agustus 2023 dan kelihatannya ini masih akan berlanjut sampai kapan tak tahu,” ujar Mariati di Pasar Sukatani kepada Media Indonesia, Jumat (13/10).
Baca juga: Kandang Peternakan di Depok Terbakar, Ribuan Ayam Terpanggang
Masyarakat Kota Depok khususnya masyarakat Kelurahan Sukatani, sambung Mariati terus menjerit terkait harga beras mahal tersebut. Karenanya perlu diadakannya operasi pasar oleh pemerintah kota setempat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Sukatani Tri Handoko mengaku heran harga bahan pokok jenis beras di Pasar Tradisional Sukatani terus mengalami kenaikan. Dari normalnya sekitar Rp11 ribu untuk jenis petruk kini melambung jadi Rp14 ribu per kilogram.
"Ini rekor, harga tertinggi yang terjadi selama ini," kata Tri saat survei harga beras di lapak pedagang beras, Jumat (13/10).
Menurut Tri, dari hasil pantauan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, harga eceran tertinggi untuk beras kelas petruk masih di Rp14 ribu per kilogram (kg), sedangkan yang premium Rp11 ribu per kg.
"Ya, makanya masyarakat mendesak kita segera diadakan operasi pasar. Saya sering kali didatangi masyarakat perihal operasi pasar kapan digelar. Jawab saya tunggu dirapatkan dengan teman teman Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, mana-mana saja yang diperlukan (operasi pasar). Soalnya hampir di semua pasar tradisional di Kota Depok harga beras merangkak naik," ungkap Tri.
Untuk memfasilitasi masyarakat, ia mengatakan program operasi pasar solusi satu-satunya. " Mudah-mudahan pangan rakyat murah Pasar Sukatani didahulukan."
"Kami membantu masyarakat agar harga ini (beras) tidak naik dengan berkoordinasi dengan Bulog. Sehingga naiknya tidak tinggi karena sudah difasilitasi distribusi itu," imbuhnya.
Tri mengakui kenaikan harga beras sebagai komoditas pangan strategis tersebut memang terus merangkak naik secara menyeluruh di Kota Depok.
Informasi yang diperoleh sambung Tri, stok di Bulog sejauh ini masih mencukupi hingga Desember mendatang. Dipastikan masih bisa memenuhi kebutuhan sehingga tidak perlu khawatir. "Dari informasi Dinas Ketahanan Pangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, untuk (stok) Bulog masih mencukupi untuk posisi Kota Depok," ujarnya (KG/Z-7)
Purbaya menilai kondisi tersebut berbeda dengan pandangan sejumlah pengamat yang sebelumnya menyebut pasar tradisional mengalami mati suri.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Pemerintah kembali menegaskan komitmen menjaga harga bahan pokok tetap stabil di pasar tradisional di tengah dinamika ekonomi nasional.
Jelang Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu
Pasar Murah yang dilakukan Pemprov Jatim selama menyasar daerah daerah pinggiran kota yang sangat jauh dari pasar Tradisional, sehingga tidak perlu harus ke Pasar Tradisional.
Pasar tradisional masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya soal kesan kumuh, tetapi juga persaingan dengan pasar modern dan e-commerce.
INSIDEN mobil hanyut terbawa arus kali akibat banjir bandang dan hujan deras melanda wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin malam, 23 Maret 2026.
Hujan deras menyebabkan empat tanggul kali di Depok jebol dan memicu banjir. Ribuan kepala keluarga terdampak, penanganan darurat masih berlangsung.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
WARGA Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, dibuat heboh oleh penemuan seorang bayi baru lahir dan masih hidup di sudut rumah warga, Kamis (19/3/2026) pagi.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved