Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jelang Nataru, Harga Cabai Merah dan Telur Meroket

Kristiadi
18/12/2025 16:58
Jelang Nataru, Harga Cabai Merah dan Telur Meroket
Jelang natal dan tahun baru, kebutuhan cabai merah TW, telur, sayuran di sejumlah pasar tradisional di Tasikmalaya, merangkak naik, karena pengaruh cuaca buruk(MI/Kristiadi)

JELANG Natal dan tahun baru, harga cabai merah dan telur di pasar tradisional terus merangkak naik cukup signifikan hingga banyak pembeli mengeluhkan kenaikan itu. Kenaikan komoditas pasokan cabai merah di tingkat petani, tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar lantaran belum panen dan hasil produksi menurun karena cuaca buruk.

Hilda, 44, warga Bebedahan, Tasikmalaya, mengatakan, harga berbagai kebutuhan pokok berada di sejumlah pasar tradisional merangkak naik cukup tinggi terutama telur, bawang merah, cabai, minyak goreng, bumbu dapur, terigu, gula pasir, beras premium dan ikan tawar. Kenaikan tersebut, telah membuat banyak pembeli kebingungan karena semua harga merangkak naik luar bisa.

"Kenaikan harga bahan pokok terjadi sejak dua pekan lalu telur semula Rp26 ribu naik menjadi Rp31 ribu perkg, bawang merah Rp45 ribu, minyak curah Rp20 ribu, ikan mujaer Rp33 ribu, gula pasir Rp18 ribu, cabai merah TW Rp97 ribu, semua beras kualitas premium tidak ada perubahan dan masih dijual Rp13.500 hingga Rp 15 ribu perkg, wortel semula dijual Rp8 ribu naik Rp10 ribu perkg," katanya, Kamis (18/12).

Ia mengatakan, kenaikan harga telur yang terjadi selama ini paling banyak digunakan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah dan kenaikannya sangat terasa terutama di setiap pedagang semula Rp26 ribu menjadi Rp30 ribu hingga Rp31 ribu perkg dan daging ayam semula Rp28 ribu naik Rp40 ribu perkg. Kenaikan kebutuhan pokok yang terjadi di masyarakat, karena banyaknya dapur SPPG membeli langsung ke peternak telur dan ayam hingga harga di pasar melambung tinggi.

"Kenaikan telur dan ayam memang semula harganya normal, tapi setelah banyaknya dapur dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat merugikan masyarakat lantaran harga melambung tinggi. Namun, kebutuhan cabai merah sekarang ini terus merangkak naik karena cuaca ekstrem di setiap daerah, kami hanya bisa membeli paling Rp10 ribu dapat 3 buah," ujarnya.

Sementara itu, pedagang cabai merah di Pasar Pancasila, Lengkongsari, Kota Tasikmalaya, Ganjar mengatakan, hujan deras curah yang terjadi di berbagai daerah sangat berpangaruh bagi petani cabai karena kondisi itu sangat mudah busuk dan bagi petani lainnya belum masa panen. Namun, kondisi cuaca buruk yang terjadi di berbagai daerah membuat banyak lahan cabai merah gagal panen lantaran tergenang banjir dan longsor.

"Kebutuhan cabai merah yang ada di pasar Pancasila maupun Cikurubuk sekarang ini dipasok dari Garut dan Majalengka meski kondisinya belum memenuhi sejumlah kios karena pengiriman masih terbatas hingga pasokan menipis. Akan tetapi, permintaan tinggi yang terjadi banyak pedagang warung nasi membutuhkan cabai merah hingga tidak bisa terpenuhi dan mereka hanya bisa membeli antara 1/2 kilogram," katanya.

Menurut Ganjar, jelang natal dan tahun baru (Nataru) tahun ini dipengaruhi cuaca buruk hingga menyebabkan cabai merah besar besar merangkak naik dan kini dijual Rp97 ribu perkg, cabai rawit merah Rp65 ribu, cabai merah keriting Rp85 ribu, cabai japlak Rp 70, cabai kriting hijau Rp 45 ribu perkg. Namun, kenaikan cabai merah yang terjadi dimanfaatkan pembeli memilih cabai kering Rp45 ribu perkg.

"Harga cabai merah terus merangkak naik lantaran pasokan dari petani terkendala karena faktor cuaca membuat kebutuhan di setiap pasar makin menipis hingga sebagian petani cabai belum melakukan masa panen dan permintaan tinggi. Kenaikan cabai merah tersebut, bagi pedagang masih bertahan meski kondisinya sepi pembeli," pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya