Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN diet dari tahun ke tahun selalu berubah dan berkembang. Saat ini, banyak selebritas tanah air yang gemar menjalani diet intermittent fasting (IF).
Metode ini dikenal efektif menurunkan berat badan lewat pengaturan pola makan dalam jangka waktu tertentu setiap harinya
Beberapa artis yang pernah mencoba diet ini yakni Marshanda, Amanda Manopo, hingga Ricky Cuaca. Mereka berhasil mencapai target berat badan ideal berkat diet intermittent fasting
Dokter gizai dr Marya Haryono, MGizi, SpGK, FINEM mengatakan, diet IF bukan tanpa risiko meskipun hasilnya terlihat menjanjikan.
"Intermittent fasting ini salah satu teknik yang orang merasa bahwa ini adalah diet untuk menurunkan berat badan, oke, nggak apa-apa," ujarnya saat ditemui media beberapa waktu lalu.
Hal ini, lanjutnya, berdasarkan sejumlah penelitian yang menyebutkan intermittent fasting bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, serta kadar kolesterol dalam darah.
Namun, dia mengatakan, penting bagi siapa saja yang ingin mencoba metode ini, untuk memahami kondisi tubuh masing-masing terlebih dahulu. Sebab, efek intermittent fasting bisa berbeda-beda pada setiap orang.
"Kalau intermittent fasting-nya ini ternyata buat dia oleng, pusing, berkepanjangan, nggak bisa kerja, nggak bisa mikir, kemudian nggak bertenaga tapi misalnya harus olahraga, harus bekerja, jadinya nggak kuat. Jadi, setiap orang ini beda-beda efeknya, kita nggak bisa sama ratakan," jelas dia
Karena itu, dr Marya menekankan pentingnya menjalankan diet ini dengan tetap memenuhi kebutuhan gizi seimbang. "Kalau mendapat benefit dari intermittent fasting, dalam hal klinis maupun entah itu hasil laboratorium, silakan dilanjutkan, tapi tetap mengadaptasi dengan nilai gizi seimbang. Tapi kalau misalnya baru mulai, sudah pingsan, ya sudah nggak usah dilanjutkan," sarannya.
Dia mengungkapkan, manfaat yang menjanjikan seperti stabilisasi gula darah dan pengendalian kolesterol, membuat IF memang bisa menjadi pilihan. Namun, jika dilakukan tanpa pertimbangan yang tepat, hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan, seperti kekurangan gizi atau masalah hormonal.
Jadi, sebelum memulai diet apa pun, termasuk intermittent fasting, pastikan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi agar mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi tubuh.
Dokter Marya menekankan, kita harus fokus pada target awal ketika melakukan diet. "Jadi, silahkan saja dilakukan, sejauh kuat, memenuhi gizi seimbang, dan mendapat benefit, buat saya sih nggak apa-apa. Yang penting next-nya, ini mau diapain kelanjutannya? Jangka panjang ini juga harus dipikirkan setiap orang, mampu laksana atau tidak, badannya menjadi lebih sehat kah, atau justru menjadi timbul masalah yang lain, itu harus dipikirkan," kata dr Marya.
Tentu diet dengan tujuan hanya menjadi kurus namun nutrisi yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi bukanlah tujuan yang bagus untuk kesehatan jangka panjang. (H-2)
TANTANGAN dalam upaya menurunkan berat badan menjadi ideal saat ini disebut semakin kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor di lingkungan.
Berat badan tak kunjung turun meski rutin olahraga? Terlalu banyak kardio, kurang istirahat, hingga pola makan bisa jadi penyebabnya. Simak penjelasannya.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved