Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Program MBG di Kabupaten Bekasi Pacu Perputaran Ekonomi Lokal

Anton Kustedja
14/1/2026 19:17
Program MBG di Kabupaten Bekasi Pacu Perputaran Ekonomi Lokal
Kunjungan Asda III Setda Kabupaten Bekasi Iis Sandra Yanti dan Kabid PPM Bappeda Fadly Marissatrio ke BUMDes Karangpatri Kecamatan Pebayuran.(MI/ANTON KUSTEDJA)

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Pemerintah Pusat dinilai memberikan dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan dan penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bekasi.

Program ini tidak hanya menyasar peningkatan gizi anak, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan beban pengeluaran rumah tangga.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menjelaskan, MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.

"Dengan adanya MBG, beban pengeluaran keluarga bisa berkurang. Kalau sebelumnya satu anak butuh uang jajan sekitar Rp10 ribu per hari, sekarang dana itu bisa ditabung atau dialihkan ke kebutuhan lain," jelasnya, Rabu (14/1).

Selain berdampak pada kesejahteraan keluarga, Pemkab Bekasi juga mengoptimalkan MBG untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa. Berdasarkan instruksi Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah ditugaskan sebagai koordinator Satuan Tugas MBG.

"Di Kabupaten Bekasi, Satgas MBG resmi dibentuk 2026 melalui SK Bupati. Setelah itu, kami langsung turun ke lapangan," ujarnya.

Strategi yang dikembangkan ialah menghubungkan petani dan nelayan lokal dengan dapur MBG melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bahan baku pangan diupayakan tidak lagi dibeli dari pasar dengan harga tinggi, melainkan langsung dari produsen lokal.

"Kami dorong petani menjual ke BUMDes, lalu BUM-Des memasok ke dapur MBG. Petani terbantu, BUM-Des hidup, dan ekonomi desa berputar," kata Fadly.

Menyerap tenaga kerja

Salah satu contoh keberhasilan model ini terdapat di BUM-Des Pebayuran, Desa Karangpatri, yang kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja.

"Itu akan kami jadikan best practice atau proyek percontohan agar BUM-Des lain di Kabupaten Bekasi bisa berkembang serupa," tambah Fadly.

Menurutnya, sinergi MBG dengan potensi lokal merupakan langkah strategis untuk menjadikan program nasional ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

"Tujuannya untuk menumbuhkan perputaran ekonomi di wilayah. BUM-Des diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG. Petani, nelayan, dan pembudi daya memasok bahan-bahan ke BUM-Des," pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner