Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cirebon menetapkan status siaga bencana banjir di musim penghujan ini. Status tersebut berlaku sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026 mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, menjelaskan menghadapi musim penghujan ini, Pemkot Cirebon telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi.
“Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Cirebon,” tutur Andi, Rabu (29/10).
Dijelaskan Andi, penetapan status tersebut merupakan landasan bagi seluruh unsur terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini.
Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG Stasiun Kertajati, Kabupaten Majalengka, diprakirakan puncak musim hujan akan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
“Namun status siaga bencana banjir sudah kami tetapkan mulai Oktober 2025 hingga Maret 2026,” tutur Andi.
Pada kesempatan yang sama Andi pun mengungkapkan bahwa Walikota Cirebon telah menginstruksikan BPBD untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia hingga memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan TNI dan Polri, kelurahan hingga relawan kebencanaan untuk penanggulangan status bencana alam di musim penghujan ini.
BPBD Kota Cirebon, lanjut Andi, juga telah memetakan sejumlah titik rawan bencana di musim penghujan ini.
“Berdasarkan evaluasi bencana tahun lalu, sejumlah titik telah dipetakan merupakan daerah rawan banjir,” tutur Andi.
Ada pun wilayah yang rawan banjir berada di Kecamatan Lemahwungkuk, Kecamatan Pekalipan, Kecamatan Harjamukti. Sedangkan untuk potensi longsor, menurut Andi, pihaknya memfokuskan pengawasan di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.
“Pengawasan di Kelurahan Argasunya ditingkatkan mengingat wilayah tersebut memiliki kerawanan yang cukup tinggi untuk bencana longsor,” tutur Andi.
Selanjutnya BPBD Kota Cirebon juga telah melakukan langkah antisipasi dan mitigasi dengan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada warga untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami juga telah membentuk 12 kelurahan tangguh bencana, yang diprioritaskan di wilayah rawan banjir. Kami pun rutin melakukan komunikasi dan berbagai pelatihan kesiapsiagaan bencana di kelurahan tersebut,” tutur Andi. (UL/E-4)
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved