Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RENTETAN kejadian gempa Sesar Lembang tidak bisa langsung disimpulkan sebagai gempa pendahuluan atau Foreshock. Selain itu, gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bekasi juga patut diwaspadai.
Pernyataan tersebut disampaikan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik Rahmawan Daryono terkait potensi gempa bumi Sesar Lembang.
Ia menjelaskan, rentetan gempa pekan lalu merupakan salah satu pertanda sebelum adanya gempa utama dengan magnitudo yang cukup besar. Namun begitu, dirinya tidak bisa memastikan apakah gempa-gempa kecil itu akan disusul dengan gempa besar.
"Saya setuju dengan BMKG, mereka khawatir ini sebagai Foreshock, kemarin setelah Sesar Lembang ada gempa di Bekasi yang bisa juga sebagai Foreshock, bisa jadi gempa besarnya di sini atau Sesar Baribis, kita tidak tahu mana yang lebih duluan," katanya di Lembang, Senin (25/8).
Berdasarkan penelitian, terang dia, Sesar Lembang telah memasuki rentang waktu pelepasan energi besar sejak abad 15, tepatnya dalam rentang tahun 1450-1460. Masih dari hasil penelitian, Sesar Lembang memiliki siklus pelepasan energi 170 hingga 560 tahun.
"Dia (sesar lembang) itu siklusnya dari 170 sampai 670 tahun, berdasarkan rekaman sedimentasi geologi yang kami lakukan pada abad ke 15, jadi sudah 560 tahun hingga saat ini, jadi 560 itu masuk pada range ulang tahun gempa bumi, jadi bisa terjadi sekarang atau 100 tahun yang akan datang," ungkapnya.
Menurut Mudik, salah satu bukti kedahsyatan Sesar Lembang adalah terbentuknya gawir atau garis patahan di Gunung Batu yang terbentuk setelah terjadinya letusan Gunung Sunda sekitar 510.000 tahun lalu.
"Gunung Batu bagian dari Sesar Lembang, jadi tipenya naik ke atas, dulu ini satu level yang sama kemudian dia terangkat secara tektonik," terangnya.
Mudrik mengungkapkan, ketinggian Gunung Batu mengalami peningkatan saat terjadi aktivitas Sesar Lembang dengan magnitudo besar. Dari penelitian terakhir, Gunung Batu naik hingga 40 sentimeter yang diduga akibat aktivitas Sesar Lembang dengan magnitudo 6,5-7.
"Jadi satu kali bergeser itu satu event gempa bumi, dia bergeser, bisa 1 meter bisa 40 sentimeter atau bergeser 2 meter, angka pastinya kami tidak tahu, tapi dari hasil galian yang kita temukan ada pergeseran vertikal 40 centimeter itu bisa jadi akibat gempa Magnitudo 6,7 sampai 7," tuturnya.
Dibalik ancaman itu, Mudrik mengapresiasi langkah pemerintah daerah di wilayah Bandung Raya yang memasifkan edukasi preventif dan mitigasi terhadap potensi bencana Sesar Lembang.
"Yang paling bijaksana adalah kita tetap waspada. Diketahui bersama bahwa kita hidup berdampingan dengan sumber gempa bumi, jadi kita harus tahu cara survive dan aman dengan ancamannya," jelasnya.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan lebih penting daripada kehadiran alat pendeteksi getaran gempa yang menjadi bagian dari Early Warning System (EWS) dalam menghadapi ancaman Sesar Lembang.
Sebab, wilayah Bandung Raya sudah dipadati pemukiman penduduk. Diprediksi, daya rambat getaran gempa akan lebih cepat dibandingkan dengan langkah mitigasi setelah sensor menangkap getaran gempa.
"Jeda waktu yang diselamatkan kan sangat kecil, hanya beberapa detik, Bandung itu sangat dekat dengan sumber Sesar Lembang. Jadi secara teori lebih baik kesiapsiagaan kapasitas dari masyarakat yang ditingkatkan," tandasnya. (DG/E-4))
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
SATUAN Narkoba Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap lima tersangka pengedar sabu, tembakau gorila, obat terlarang melalui media sosial dengan Cash on Devilery (COD).
Capaian tersebut menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan
Kegiatan ini mengintegrasikan Research & Community Service Expo (RESVEX) ke-7 dan College Life & University Expo (CLUE) ke-3 sebagai wadah diseminasi, apresiasi, dan promosi.
Robohnya jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 1 meter itu terjadi pada Senin (19/1) pukul 14.15 WIB. Kejadian itu dipicu curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir.
Bangsawan merupakan layanan kesehatan hewan terpadu bagi masyarakat Kota Bandung, yang meliputi pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies gratis
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan sembilan orang menjadi korban dalam aktivitas pertambangan di luar kawasan resmi di Kabupaten Bogor.
Relokasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi menata pedagang kaki lima sekaligus mengurai kemacetan di wilayah sekitarnya.
Jajaran di Polsek harus selalu siaga 24 jam lantaran pada musim penghujan dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Pemerintah Kota Bandung berupaya menggeser status kawasan Kebun Binatang Bandung dari konservasi menjadi ruang terbuka hijau tanpa fondasi hukum.
Kota Baru Parahyangan dinilai berkomitmen dalam membangun kota mandiri, madani dan alami yang berkualitas serta berkelanjutan.
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved