Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2025-2030. Penetapan dilakukan di Hotel Mercure, Kota Bandung, Kamis (9/1).
Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan ditetapkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar berdasarkan Surat Keputusan KPU Jabar Nomor 3 Tahun 2025. “Menetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jabar nomor urut 4, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan,” ucap Ketua KPU Jabar Ahmad Nur Hidayat yang membacakan langsung surat Keputusan
penetapan tersebut.
Dia menambahkan, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan ditetapkan sebagai
Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar terpilih setelah mendapat perolehan suara terbanyak pada Pilkada 2024. Perolehan suara Dedi-Erwan tercatat mencapai 14.130.192 atau atau 62,22%, dari total suara sah.
Saat penetapan, hanya Dedi dan Erwan yang terlihat hadir dalam agenda ini. Sementara tiga pasangan lainnya yaitu Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie dan Acep Adang-Gitalis Dwi Natarina, hanya diwakilkan kepada tim pemenangannya.
KPU Jabar telah menerima surat dari KPU RI bernomor 24/PL.02.7 SD/06/2025 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Serentak Tahun 2024.
“Dalam kontestasi Pilgub Jabar 2024, pasangan calon nomor urut 4, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan ini memperoleh suara terbanyak dengan total 14.130.192 suara atau 62,22% dari suara sah,” tutur Hidayat.
Profil Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi, lahir di Kabupaten Subang, Jabar pada 11 April 1971. Ayahnya Sahlin Ahmad Suryana merupakan pensiunan Tentara Prajurit Kader yang berkiprah sampai usia 28 tahun saja. Sementara ibunya, Karsiti meski tak pernah sekolah, dia pernah menjadi aktivis Palang Merah Indonesia (PMI).
Dari 9 bersaudara, Dedi Mulyadi adalah anak bungsu. Semasa remaja, dia sering terlibat membantu orangtuanya mengolah sawah, mencangkul, hingga tanam mundur (tandur) padi.
Meski anak petani, Dedi bercita-cita tinggi untuk sekolah sampai universitas. Dia sudah diterima di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.
Namun ketiadaan biaya membuatnya batal masuk universitas bergengsi itu. Dedi akhirnya masuk ke Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Purnawarman di Purwakarta.
Di tempat itu, dia mulai aktif baik di Senat Mahasiswa maupun di dalam organisasi ekstra, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pada
tahun 1994, Dedi Mulyadi ditahbiskan sebagai Ketua HMI Cabang Purwakarta.
Dia aktif juga di organisasi buruh, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), masing-masing pada 1997 dan 1998.
Dedi lulus kuliah tahun 1999, namun setahun sebelum lulus, dia menikah dengan Sri Muliawati yang kemudian meninggal dunia ketika anak mereka Maulana Akbar Ahmad Habibie berumur 3 bulan. Tahun 1999-2004, Dedi lewat Partai Golkar terpilih sebagai Anggota DPRD Purwakarta. Namun, masa kerja itu tak selesai.
Dedi ditarik untuk mendampingi Lily Hambali pada Pilkada 2003. Keduanya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta untuk periode 2003-2008.
Partai Golkar semakin percaya kepada Dedi. Dia lalu diangkat sebagai Ketua DPD Golkar Purwakarta untuk masa kepemimpinan 2004-2007. Pada Pilkada 2008 di Purwakarta, Dedi mencalonkan diri menjadi bupati dan menang.
Ketika itu, dia berpasangan dengan Dudung B Supardi. Usai masa jabatan 2008-2013, Dedi kembali mencalonkan diri sebagai petahana bersama wakilnya, Koswara untuk Pilkada 2013. Dia menang lagi dan kembali memimpin Purwakarta untuk periode 2013-2018.
Perjalanan karier politiknya semakin moncer ketika dia terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Golkar Jabar pada 2016. Dia menggantikan Yance atau Irianto Mahfud Sidik Syafiuddin yang ketika itu tersandung
dugaan korupsi lahan.
Dedi Mulyadi pernah nyalon Gubernur Jabar pada 2018 berpasangan dengan Deddy Mizwar, namun pasangan ini kalah. Dedi kemudian nyaleg pada 2019 dan menang. Pada 2023, Dedi Mulyadi mengakhiri hubungannya dengan Partai Golkar. Dia kemudian bergabung dengan Partai Gerindra hingga dicalonkan menjadi Gubernur Jabar pada Pilgub 2024.
Erwan Setiawan:
Erwan Setiawan adalah mantan Wakil Bupati Sumedang periode 2018-2023. Dia lahir di Bandung pada 29 Juli 1970. Ayah-ibunya adalah pasangan Umuh Muchtar dan Hj Pipin Muchtar.
Erwan menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Bandung. Dia bersekolah di SD Santo Yusup (lulus 1983); lalu sekolah di SMP BPI 1 (lulus 1986); dan lanjut ke SMA BPI 1 (lulus 1989). Usai SMA, Erwan Setiawan berkuliah di Politeknik Industri dan Niaga Bandung (lulus 1996); kemudian melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi, Universitas Langlangbuana (lulus 2008).
Di sela-sela mengenyam pendidikan, Erwan Setiawan juga merintis usaha. Dia mendirikan CV Ganeca Kiara dan menjadi direkturnya hingga kini.
Dalam politik, Erwan punya pengalaman yang cukup. Karier politiknya dimulai dengan menjadi kader Partai Demokrat. Lewat partai itu, dia mencalonkan diri pada Pemilihan Legislatif 2009 dan menang.
Dia dilantik menjadi Anggota DPRD Kota Bandung Periode 2009-2014. Dia pun ditunjuk menjadi Ketua DPRD Kota Bandung.
Menjelang masa akhir jabatannya sebagai dewan, dia bertarung di Pilkada Kota Bandung 2013. Saat itu, dia berpasangan dengan Siswandi. Namun, takdir belum memihak. Pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial adalah pemenangnya.
Pada 2014-2019, Erwan kembali ke DPRD. Dia terpilih kembali sebagai Anggota DPRD Kota Bandung. Pada 2018, Dony Ahmad Munir, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggandengnya untuk menjadi calon Wakil Bupati Sumedang dan menang. Pasangan ini memimpin
pada periode 2018-2023.
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
SATUAN Narkoba Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap lima tersangka pengedar sabu, tembakau gorila, obat terlarang melalui media sosial dengan Cash on Devilery (COD).
Capaian tersebut menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah strategis di Kawasan Rebana Metropolitan
Kegiatan ini mengintegrasikan Research & Community Service Expo (RESVEX) ke-7 dan College Life & University Expo (CLUE) ke-3 sebagai wadah diseminasi, apresiasi, dan promosi.
Robohnya jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 1 meter itu terjadi pada Senin (19/1) pukul 14.15 WIB. Kejadian itu dipicu curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir.
Bangsawan merupakan layanan kesehatan hewan terpadu bagi masyarakat Kota Bandung, yang meliputi pemeriksaan kesehatan hewan dan vaksinasi rabies gratis
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan sembilan orang menjadi korban dalam aktivitas pertambangan di luar kawasan resmi di Kabupaten Bogor.
Relokasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi menata pedagang kaki lima sekaligus mengurai kemacetan di wilayah sekitarnya.
Jajaran di Polsek harus selalu siaga 24 jam lantaran pada musim penghujan dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Pemerintah Kota Bandung berupaya menggeser status kawasan Kebun Binatang Bandung dari konservasi menjadi ruang terbuka hijau tanpa fondasi hukum.
Kota Baru Parahyangan dinilai berkomitmen dalam membangun kota mandiri, madani dan alami yang berkualitas serta berkelanjutan.
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved