Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung bersama dengan para kepala sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK (negeri dan swasta) di Kota Bandung, menyepakati upaya bersama dalam menerapkan gerakan zero waste, di lingkungan sekolah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menyatakan, bahwa inisiatif ini bertujuan agar tidak ada sampah yang keluar dari sekolah-sekolah di Kota Bandung. Ini sebagai bagian dari langkah pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan menyeluruh, karena pentingnya pengelolaan sampah yang dimulai dari sekolah.
“Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung bersama para kepala sekolah, telah sepakat untuk melaksanakan gerakan zero waste. Artinya, sampah yang
dihasilkan di sekolah harus dikelola dengan baik, tanpa ada yang keluar dari sekolah. Gerakan ini diharapkan menjadi contoh yang dapat disosialisasikan lebih luas ke masyarakat,” ungkapnya.
Dia yakin di bawah kepemimpinan Penjabat Wali Kota Bandung A Koswara semua secara bersama-sama sangat serius menangani permasalahan sampah. Diharapkan nantinya Kota Bandung akan mampu mengelola sampahnya dengan baik.
Penjabat Wali Kota Bandung, A Koswara menambahkan gerakan ini akan melibatkan anak-anak sekolah melalui pendekatan Merdeka Belajar. Anak-anak akan didorong untuk menjadi duta sampah di lingkungan sekitarnya. Mereka akan belajar dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bijak.
“Ada tiga peran utama yang ditekankan untuk sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandung. Pertama, sekolah harus mendidik anak-anak sebagai duta sampah. Kedua, setiap sekolah harus berperan aktif dalam mengelola
sampah mereka sendiri. Ketiga, manfaat dari pengelolaan sampah di sekolah harus dirasakan oleh lingkungan sekitar, dengan mengajak warga turut serta,” papar Koswara.
Menurut Koswara gerakan ini diharapkan dapat mendorong seluruh warga Kota Bandung untuk turut serta dalam pengelolaan sampah. Gerakan zero waste di sekolah tidak hanya berdampak pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat mempengaruhi perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat secara luas.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved