Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih memantau perkembangan kondisi cuaca yang saat ini mulai mengarah memasuki musim kemarau. Pemantauan dilakukan untuk mengambil langkah upaya antisipasi yang sekiranya diperlukan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, menuturkan berdasarkan prediksi, saat ini sebetulnya sudah memasuki kemarau. Namun di Kabupaten Cianjur masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
"Tapi kewaspadaan terjadinya potensi kemarau tetap kami antisipasi dari sekarang," kata Asep, Kamis (6/6).
Baca juga : Jelang Musim Kemarau, Ada 81 Desa di Banyumas Terancam Krisis Air Bersih
Saat ini upaya antisipasi masih sebatas imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama berkaitan dengan upaya-upaya antisipasi.
"Misalnya mulai sekarang harus bisa menghemat air bersih. Sebab, kemarau panjang tentu akan berdampak terhadap krisis air bersih, terutama untuk kebutuhan rumah tangga maupun pasokan ke lahan pertanian," ujar Asep.
Upaya antisipasi lainnya dengan menyosialisasikan potensi kebakaran hutan dan lahan. Pengalaman sebelumnya, bersamaan kemarau panjang, kejadian karhutla di Kabupaten Cianjur relatif cukup meningkat.
"Kami melalui Retana (relawan tangguh bencana) di setiap desa, mengimbau masyarakat agar tak membiasakan membakar sampah di lahan-lahan kering. Termasuk tidak membakar ilalang saat akan membuka lahan baru. Ini akan berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, seperti tahun sebelumnya," tutur dia.
Sampai sejauh ini BPBD belum menerima laporan dampak kemarau. Asep menegaskan BPBD melalui Pusdalops selalu siap siaga menindaklanjuti setiap laporan kebencanaan. "Petugas Pusdalops selalu standby 24 jam," pungkasnya. (Z-6)
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
SEORANG pemudik yang nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya ditemukan oleh personel kepolisian di wilayah Karawang setelah kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan.
Konservasi tidak bisa hanya bicara satwa. Kalau masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat, maka konservasi akan selalu kalah,
SATUAN Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Garut menindak tegas sebuah unit ambulans yang kedapatan menyalahgunakan fungsinya di jalur mudik Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebanyak 19 fasilitas pengolahan sampah tetap dioperasikan hingga menjelang hari H Lebaran.
MEMASUKI puncak arus mudik, ribuan kendaraan memadati ruas Tol Cipali Subang, Jawa Barat.
Super Aplikasi Rumah Pendidikan disediakan Pusdatin Kemendikdasmen
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
POLRES Sukabumi Kabupaten resmi menaikan status perkara kasus kematian anak Nizam Syafei ke tahap penyidikan.
MEMASUKI periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT KAI Logistik (Kalog) mencatatkan adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel Kalog Express.
KONFLIK Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum juga usai, membuat operasional Bandung Zoo selama libur Lebaran tetap ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
KAI Commuter Bandung menyediakan total 1.254 perjalanan atau 57 perjalanan setiap hari.
Polres Cianjur berkeinginan membantu masyarakat yang rindu berkumpul bersama keluarga saat Idul fitri.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh jajaran Polresta Cirebon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved