Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BPBD Banyumas, Jawa Tengah, bersiap menghadapi potensi bencana kekeringan selama musim kemarau tahun 2024. Pada 2023 lalu, ada 81 desa di Banyumas yang mengalami krisis air bersih.
"Berdasarkan informasi dari BMKG dan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, kemungkinan musim kemarau tahun ini akan lebih panjang," kata Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Budi Nugroho pada Selasa
(7/5).
Menurutnya, informasi tersebut telah direspons oleh internal BPBD Kabupaten Banyumas dan OPD lainnya dengan menggelar pertemuan untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang mungkin terjadi.
Baca juga : Pemkot Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat kekeringan
Budi menyatakan bahwa kekeringan tidak hanya mempengaruhi ketersediaan air bersih untuk masyarakat, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bersiap-siap karena kemungkinan musim kemarau kali ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
BPBD juga telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah mata air di Banyumas untuk memastikan ketersediaan air bersih. BPBD juga sedang berupaya membangun sumur bor baru di Kecamatan Cilongok dan Rawalo melalui program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) dari salah satu badan usaha milik negara.
Baca juga : BPBD Gunungkidul telah Salurkan 22 Juta Liter Air Bersih
Berdasarkan data dari kemarau panjang pada 2019, terdapat 88 desa di Kabupaten Banyumas yang rawan bencana kekeringan. Pada kemarau tahun 2023, jumlah desa rawan kekeringan mencapai 81, dengan lokasi yang relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Budi berharap pembangunan sumur bor bantuan dari Kementerian Pertahanan dan Polresta Banyumas di beberapa desa pada tahun 2023 dapat mengurangi jumlah desa yang rawan kekeringan.
Meskipun begitu, BPBD tetap menyiapkan bantuan air bersih dari APBD Kabupaten Banyumas, Perumdam Tirta Satria Banyumas, dan program pertanggungjawaban sosial dari berbagai perusahaan.
"Armada untuk mendistribusikan bantuan air bersih juga sudah kami siapkan," tandasnya. (Z-6)
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Ratusan pengungsi banjir di Aceh Tamiang mendesak bantuan air bersih dan MCK. PDAM rusak fatal, kondisi tenda pengungsian memprihatinkan.
Menurut anggota tim pengabdian Dr Imam Muslem, kegiatan tersebut dilakukan secara adaptif mengikuti dinamika pasca bencana.
BANJIR bandang dan tanah longsor yang puncaknya terjadi pada 26-27 November lalu sedikitnya telah meluluhlantakkan 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved