Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA wilayah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami krisis air bersih. Kondisi itu akibat kerusakan infrastruktur dan irigasi yang biasanya menjadi sumber air bagi masyarakat. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, wilayah yang mengalami krisis air berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak dan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak. Warga setempat di dua wilayah itu pun kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan telah mendistribukan bantuan bagi wilayah yang mengalami krisis air bersih. "Berdasarkan laporan yang kami terima, ada dua wilayah yang mengalami kekeringan. Penyebabnya karena terjadi kerusakan infrastruktur irigasi dan bendungan," kata Deden, Senin (28/7).
Di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, wilayah terdampak berada di Kampung Legok Picung RT 01/09 dan Kampung Kamandoran RT 04/10. Kekeringan di dua kampung itu akibat jebolnya Bendungan Daerah Irigasi Leuwi Bangga.
"Kami mendistribusikan bantuan 10 ribu liter air bersih menggunakan dua unit water tank. Masing-masing lokasi sebanyak 5 ribu liter air bersih. Pendistribusian dilaksanakan pada Jumat (25/7)," ucap Deden.
Sementara di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, kekeringan terjadi di Kampung Cimenteng. Di wilayah ini, BPBD mendistribusikan sebanyak 5 ribu liter air bersih yang dilaksanakan Senin (28/7). "Kekeringan di Kampung Cimenteng Desa Sukamaju Kecamatan Cikakak akibat jebolnya saluran irigasi Sukawayana," ungkapnya.
Bersamaan kondisi cuaca saat ini, Deden mengaku BPBD terus memantau perkembangan di lapangan. Pasalnya, cuaca saat ini relatif berubah-ubah. "Kami terus memantau perkembangan cuaca yang dirilis BMKG serta mengikuti arahan dari provinsi," pungkasnya.(M-2)
Bencana banjir bandang di Kecamatan Simpenan terjadi pada Desember 2024 dan Maret 2025
Delapan wilayah yang berstatus siaga berada di Kecamatan Cidadap, Cidolog, Cikakak, Cikidang, Cisolok, Kabandungan, Palabuhanratu, dan Tegalbuleud
Ada 18 desa di 11 kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Kondisi itu mengakibatkan rumah warga dan berbagai fasilitas umum turut terdampak.
Lima kejadian bencana yang dilaporkan tersebar di beberapa kecamatan. Mayoritas terdampak cuaca ekstrem akibat curah hujan tinggi.
Pergerakan tanah dipicu curah hujan tinggi akhir-akhir ini.
Terseretnya dua orang itu terjadi pada Minggu (16/11). Saat kejadian, kedua korban tengah asyik memancing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved