Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 81 desa di Banyumas, Jawa Tengah, rawan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun 2025. Meski hingga saat ini belum ada permintaan penyaluran bantuan air bersih dari desa-desa terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan bersiap melakukan mitigasi bencana kekeringan.
“Sampai hari ini belum ada permintaan, meskipun prakiraan musim kemarau sebenarnya sudah dimulai pada dasarian ketiga bulan Mei. Tapi kita siapkan,” ujar Budi, Jumat (25/7).
Cuaca yang masih tidak menentu dengan intensitas hujan di beberapa wilayah menjadi faktor belum diajukannya permintaan bantuan dari desa-desa. Namun, BPBD telah memetakan daerah rawan kekeringan berdasarkan data tahun sebelumnya.
“Sebanyak 81 desa di 15 kecamatan masuk dalam wilayah rawan kekeringan. Seperti tahun kemarin, kita antisipasi lewat pendataan dan pemantauan melalui sistem Ronda Waspada Bencana yang bisa diakses masyarakat,” jelasnya.
BPBD Banyumas juga telah menyiapkan alokasi anggaran, termasuk dana belanja tidak terduga (BTT) dari APBD. Dana tersebut akan digunakan sesuai hasil asesmen lapangan bila ditemukan kondisi kekeringan yang signifikan.
Pada musim kemarau tahun 2024, BPBD mencatat penyaluran bantuan air bersih mencapai 2.920 tangki atau setara 14,6 juta liter air. Distribusi tersebut dilakukan melalui kolaborasi pentaheliks yang melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, dan media. BPBD mengimbau masyarakat serta aparat desa untuk proaktif melaporkan kondisi kekeringan di wilayah masing-masing melalui kanal resmi komunikasi BPBD.
“Laporan cepat dari masyarakat dan pemerintah desa sangat penting agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu dan sesuai kebutuhan,” tutur Budi.(M-2)
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Studi terbaru di Guatemala mengungkap fakta mengejutkan. Air minum kemasan yang dianggap paling aman justru paling banyak terkontaminasi bakteri tinja.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
Kecamatan Pauh dan Kuranji mengalami krisis air bersih akibat sumur mengering serta kerusakan bendungan dan irigasi pascabencana November 2025.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved