Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 81 desa di Banyumas, Jawa Tengah, rawan mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun 2025. Meski hingga saat ini belum ada permintaan penyaluran bantuan air bersih dari desa-desa terdampak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan bersiap melakukan mitigasi bencana kekeringan.
“Sampai hari ini belum ada permintaan, meskipun prakiraan musim kemarau sebenarnya sudah dimulai pada dasarian ketiga bulan Mei. Tapi kita siapkan,” ujar Budi, Jumat (25/7).
Cuaca yang masih tidak menentu dengan intensitas hujan di beberapa wilayah menjadi faktor belum diajukannya permintaan bantuan dari desa-desa. Namun, BPBD telah memetakan daerah rawan kekeringan berdasarkan data tahun sebelumnya.
“Sebanyak 81 desa di 15 kecamatan masuk dalam wilayah rawan kekeringan. Seperti tahun kemarin, kita antisipasi lewat pendataan dan pemantauan melalui sistem Ronda Waspada Bencana yang bisa diakses masyarakat,” jelasnya.
BPBD Banyumas juga telah menyiapkan alokasi anggaran, termasuk dana belanja tidak terduga (BTT) dari APBD. Dana tersebut akan digunakan sesuai hasil asesmen lapangan bila ditemukan kondisi kekeringan yang signifikan.
Pada musim kemarau tahun 2024, BPBD mencatat penyaluran bantuan air bersih mencapai 2.920 tangki atau setara 14,6 juta liter air. Distribusi tersebut dilakukan melalui kolaborasi pentaheliks yang melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan, pemerintah desa, dunia usaha, akademisi, dan media. BPBD mengimbau masyarakat serta aparat desa untuk proaktif melaporkan kondisi kekeringan di wilayah masing-masing melalui kanal resmi komunikasi BPBD.
“Laporan cepat dari masyarakat dan pemerintah desa sangat penting agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu dan sesuai kebutuhan,” tutur Budi.(M-2)
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved