Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kekeringan Landa Sejumlah Desa di Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam

M Taufan SP Bustan
29/1/2026 15:26
Kekeringan Landa Sejumlah Desa di Parigi Moutong, Ribuan Hektare Sawah Gagal Tanam
Kekeringan melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Selatan.(MI/M Taufan SP Bustan)

BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kekeringan terjadi di Desa Kota Raya Timur, Desa Kota Raya Tenggara, Desa Kota Raya Selatan Kecamatan Mepanga, serta Desa Lambanau Kecamatan Ongka Malino.

Informasi tersebut diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (28/1) sekitar pukul 15.35 Wita. Berdasarkan laporan, kekeringan berdampak pada lahan pertanian berupa sawah tadah hujan. 

Berkurangnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan pasokan air ke area persawahan tidak mencukupi, sehingga kondisi tanah menjadi kering dan tidak dapat ditanami.

Akibat kejadian ini, sekitar 3.000 hektare sawah tadah hujan mengalami gagal tanam. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi akibat bencana tersebut.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan BPBD telah melakukan assessment di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk penanganan lebih lanjut.

Adapun kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi pasokan air bersih atau air irigasi darurat bagi lahan pertanian terdampak, penyediaan pompa air dan selang untuk penyaluran air dari sumber terdekat seperti sungai atau sumur.

“Termasuk bantuan pembangunan sumur dangkal atau sumur bor sementara di area persawahan kritis,” ungkap Asbudianto di Palu, Kamis (29/1). 
Hingga laporan ini disiarkan, kondisi kekeringan masih berlangsung di wilayah terdampak. (TB/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya