Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Desa Ambesia Selatan Jadi Sentra Produktif Hasil Laut Berbasis Energi Terbarukan

M. Taufan SP Bustan
13/12/2025 19:59
Desa Ambesia Selatan Jadi Sentra Produktif Hasil Laut Berbasis Energi Terbarukan
Ilustrasi(MI/M Taufan SP Bustan)

DESA Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menjadi fokus kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang perikanan berbasis teknologi energi terbarukan. Kegiatan ini berjalan selama tiga tahun sejak 2023 hingga 2025 dan didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pemberdayaan desa binaan.

Tim pelaksana yang terdiri dari para dosen Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat, seperti Dr Yuli Asmi Rahman (Ketua Tim, Prodi Elektro Untad), Dr Khairil Anawar (Prodi Mesin Untad), Dr Muhammad Din (Prodi Akuntansi Untad), dan Dr Ahsan Mardjudo (Prodi Agrobisnis Perikanan Unisa) menjalankan program ini dengan fokus pada pengembangan sentra hasil laut yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Ketua tim pengabdian yang merupakan dosen dari Prodi Teknik Elektro Untad, Dr Yuli Asmi Rahman mengatakan, pada 2023 tim mengawali dengan sosialisasi program kepada masyarakat nelayan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lain.

Pelatihan penggunaan Lampu Pemanggil Ikan (LAPIKA) yang menggunakan energi tenaga surya berhasil mempercepat pengumpulan ikan di area bagan. Jenis ikan seperti teri, layang, selar, tembang, cendana, dan cumi menjadi target utama alat ini.

“Penggunaan teknologi PLTS juga berhasil mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nelayan bagan hingga 50%,” ungkapnya di Palu, Sabtu (13/12).

Sedangkan pada tahun kedua (2024), fokus pada pengolahan hasil tangkapan dengan penerapan teknologi Solar Dryer Dome yang terintegrasi dengan PLTS. Teknologi itu menggantikan metode pengeringan tradisional yang bergantung cuaca dan rawan kontaminasi.

“Produk olahan seperti bakso ikan, nugget ikan, dan pupuk organik dari limbah ikan mulai dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut,” jelas Yuli.

Sementara kegiatan pada tahun ketiga (2025), tim meluncurkan Sistem Informasi Tangkapan Nelayan dan Pemasaran (SITANPAS) yang mempermudah nelayan menjual hasil tangkapan secara online langsung dari bagan. Pelatihan penggunaan SITANPAS diberikan kepada nelayan dan konsumen agar transaksi lebih mudah dan transparan.

“Tahun ini juga dilakukan prosedur pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengajuan merek produk olahan lokal Desa Ambesia Selatan,” ujar Yuli.

Program ini telah membangun fondasi ekosistem nelayan yang mandiri dan berkelanjutan serta menjadikan Desa Ambesia Selatan sebagai laboratorium technopark khusus bidang perikanan, energi terbarukan, dan ekonomi pesisir.

“Kegiatan ini juga melibatkan aktif mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dari prodi teknik elektro, prodi akuntansi, prodi teknik Informatika Untad dan prodi Agrobisnis Perikanan Unisa sebagai bukti nyata kontribusi kampus terhadap masyarakat,” papar Yuli.

Dengan terlaksananya semua kegiatan tersebut, tim pelaksana mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek atas pendanaan hibah pemberdayaan desa binaan tahun 2025 dengan nomor kontrak 110/C3/DT.05.00/PM/2025. Pemerintah Desa Ambesia Selatan, kelompok nelayan bagan, dan seluruh masyarakat yang berpartisipasi aktif. Dan LPPM Universitas Tadulako dan LPPM Universitas Islam Alkhairaat Palu.

"Dan terima kasih juga kami sampaikan kepada Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dan Fakultas Perikanan Universitas Islam Alkhairaat,” pungkas Yuli. (TB/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya