Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DESA Ambesia Selatan, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah menjadi fokus kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam bidang perikanan berbasis teknologi energi terbarukan. Kegiatan ini berjalan selama tiga tahun sejak 2023 hingga 2025 dan didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema pemberdayaan desa binaan.
Tim pelaksana yang terdiri dari para dosen Universitas Tadulako dan Universitas Alkhairaat, seperti Dr Yuli Asmi Rahman (Ketua Tim, Prodi Elektro Untad), Dr Khairil Anawar (Prodi Mesin Untad), Dr Muhammad Din (Prodi Akuntansi Untad), dan Dr Ahsan Mardjudo (Prodi Agrobisnis Perikanan Unisa) menjalankan program ini dengan fokus pada pengembangan sentra hasil laut yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Ketua tim pengabdian yang merupakan dosen dari Prodi Teknik Elektro Untad, Dr Yuli Asmi Rahman mengatakan, pada 2023 tim mengawali dengan sosialisasi program kepada masyarakat nelayan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lain.
Pelatihan penggunaan Lampu Pemanggil Ikan (LAPIKA) yang menggunakan energi tenaga surya berhasil mempercepat pengumpulan ikan di area bagan. Jenis ikan seperti teri, layang, selar, tembang, cendana, dan cumi menjadi target utama alat ini.
“Penggunaan teknologi PLTS juga berhasil mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nelayan bagan hingga 50%,” ungkapnya di Palu, Sabtu (13/12).
Sedangkan pada tahun kedua (2024), fokus pada pengolahan hasil tangkapan dengan penerapan teknologi Solar Dryer Dome yang terintegrasi dengan PLTS. Teknologi itu menggantikan metode pengeringan tradisional yang bergantung cuaca dan rawan kontaminasi.
“Produk olahan seperti bakso ikan, nugget ikan, dan pupuk organik dari limbah ikan mulai dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut,” jelas Yuli.
Sementara kegiatan pada tahun ketiga (2025), tim meluncurkan Sistem Informasi Tangkapan Nelayan dan Pemasaran (SITANPAS) yang mempermudah nelayan menjual hasil tangkapan secara online langsung dari bagan. Pelatihan penggunaan SITANPAS diberikan kepada nelayan dan konsumen agar transaksi lebih mudah dan transparan.
“Tahun ini juga dilakukan prosedur pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengajuan merek produk olahan lokal Desa Ambesia Selatan,” ujar Yuli.
Program ini telah membangun fondasi ekosistem nelayan yang mandiri dan berkelanjutan serta menjadikan Desa Ambesia Selatan sebagai laboratorium technopark khusus bidang perikanan, energi terbarukan, dan ekonomi pesisir.
“Kegiatan ini juga melibatkan aktif mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dari prodi teknik elektro, prodi akuntansi, prodi teknik Informatika Untad dan prodi Agrobisnis Perikanan Unisa sebagai bukti nyata kontribusi kampus terhadap masyarakat,” papar Yuli.
Dengan terlaksananya semua kegiatan tersebut, tim pelaksana mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek atas pendanaan hibah pemberdayaan desa binaan tahun 2025 dengan nomor kontrak 110/C3/DT.05.00/PM/2025. Pemerintah Desa Ambesia Selatan, kelompok nelayan bagan, dan seluruh masyarakat yang berpartisipasi aktif. Dan LPPM Universitas Tadulako dan LPPM Universitas Islam Alkhairaat Palu.
"Dan terima kasih juga kami sampaikan kepada Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako dan Fakultas Perikanan Universitas Islam Alkhairaat,” pungkas Yuli. (TB/E-4)
Kesepakatan ini bertujuan mengubah air laut menjadi kontrak yaitu merealisasikan komitmen investasi dan teknologi dalam pengembangan energi baru.
Permohonan rekomendasi tersebut diperlukan agar pengelola kawasan dapat menyediakan layanan ketenagalistrikan yang berjalan berdampingan dengan PLN.
Selama kesenjangan antara narasi diplomasi iklim dan implementasi kebijakan dalam negeri tetap terbentang lebar, komitmen emisi net-zero 2060 akan terus menjadi tantangan besar.
Pembangkit Energi Terpadu Ausem ini menjadi contoh implementasi EBT berbasis komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MBI), bagian dari the HEINEKEN Company, mengumumkan pencapaian dengan penggunaan energi terbarukan sebesar 99% di seluruh fasilitas produksi perusahaan.
Kolaborasi antara Baznas, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan generasi yang lebih sehat dan bebas dari gizi buruk.
Munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menjadi peringatan serius bagi seluruh daerah di Indonesia.
Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (21/6) pukul 17.06 WITA.
Penanganan bencana saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti logistik makanan dan pakaian, serta pemulihan infrastruktur.
HUJAN deras yang mengguyur wilayah hulu Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebabkan banjir di Desa Pebounang, Senin (14/4), sekitar pukul 17.09 Wita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved