Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten itu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Parigi Moutong, Amiruddin, menjelaskan penetapan ini merujuk pada ketentuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di mana fase tanggap darurat awal berlangsung dua pekan dan dapat diperpanjang bila dibutuhkan.
“Durasi tanggap darurat ini masih bisa disesuaikan, tergantung pada perkembangan kondisi di lapangan,” terangnya dalam pernyataan resmi yang Media Indonesia terime di Palu, Minggu (20/4/).
Banjir yang terjadi sejak Senin (14/4) lalu berdampak di empat desa: Pebounang (Kecamatan Palasa), Tompo (Kecamatan Taopa), serta Pande dan Pandelalap (Kecamatan Moutong).
Hasil rapat koordinasi pemerintah daerah memutuskan masa tanggap darurat di Desa Pandelalap berlangsung 15–28 April 2025, sedangkan di Desa Pembohong, Tompo, dan Pande berlaku dari 17–30 April 2025.
Amiruddin menambahkan, penanganan bencana saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti logistik makanan dan pakaian, serta pemulihan infrastruktur.
“Hingga saat ini, tercatat sekitar 281 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut,” ungkap.
Untuk mempercepat pemulihan, BPBD telah mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi-lokasi rawan untuk melakukan normalisasi sungai, terutama di wilayah Tompo, Pande, dan Pandelalap, guna mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi.
Sementara itu, di Desa Pebounang, pemerintah telah mendirikan posko utama dan menyiapkan makanan siap saji bagi korban banjir, mencakup kebutuhan makan siang dan malam.
“Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pemulihan secara bertahap agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tandas Amiruddin. (H-2)
Banjir dan tanah longsor melanda empat desa di Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (18/6) pukul 16.20 WITA.
HUJAN deras yang mengguyur wilayah hulu Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebabkan banjir di Desa Pebounang, Senin (14/4), sekitar pukul 17.09 Wita.
Data sementara, 25 jiwa terdampak langsung, sementara tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
BENCANA memang sering hadir tanpa memberikan ruang memilih, tetapi cara manusia meresponsnya selalu lahir dari pilihan moral dan politik.
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved