Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 8 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Berstatus Siaga

Benny Bastiandy
17/12/2025 14:57
BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 8 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Berstatus Siaga
Ruas jalan kabupaten penghubung Bangbagan dengan Mekarasih di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdampak pergeseran tanah yang terjadi pada Selasa (16/12).(Dok: PUSDALOPS BPBD KAB. SUKABUMI)

DELAPAN kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berstatus siaga cuaca ekstrem, Rabu (17/12). Kondisi itu menyusul prediksi BMKG yang menyebut bakal terjadi curah hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan delapan wilayah yang berstatus siaga berada di Kecamatan Cidadap, Cidolog, Cikakak, Cikidang, Cisolok, Kabandungan, Palabuhanratu, dan Tegalbuleud. BPBD pun bersiaga mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkan akibat curah hujan lebat hingga sangat lebat.

"BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bakal terjadi hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Sukabumi. Ada delapan kecamatan yang statusnya siaga," kata Eki, Rabu (17/12).

Sementara itu, wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten berstatus waspada. Curah di wilayah-wilayah tersebut dalam kondisi sedang hingga lebat. "Kami di BPBD siaga menyikapi kondisi peringatan dini tersebut," jelasnya.

Intensitas bencana meningkat

Kurun beberapa hari terakhir, curah hujan di Kabupaten Sukabumi cenderung tinggi. Dampaknya, terjadi peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, terutama banjir dan tanah longsor. Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan hasil pendataan di lapangan, curah hujan tinggi pada Senin (15/12) hingga Selasa (16/12), menambah daftar panjang kejadian bencana. Dilaporkan ada enam kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

"Bencana dilaporkan terjadi di Kecamatan Jampangtengah, Palabuhanratu, Parungkuda, Simpenan, Warungkiara, dan Cikembar," kata Daeng.

Di Kecamatan Jampangtengah terjadi banjir di Kampung Tangkil RT 023 dan RT 024/007 Desa Bantargadung. Dampaknya, lahan sawah seluas lebih kurang 10 hektare terendam. Kondisi itu mengakibatkan tanaman padi terancam mengalami gagal panen. Di Kecamatan Palabuhanratu terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan rumah ambruk milik warga di Kampung Bagbagan RT 01/01 Desa Jayanti. Di Kecamatan Parungkuda, sebuah jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar 1 meter di Kampung Cipanggulaan RT 006/003 Desa Pondokkaso Landeuh terputus akibat tergerus arus deras sungai.

Sementara di Kecamatan Simpenan terjadi banjir dan tanah longsor di Kampung Cimalaka dan Kampung Cipicung Desa Mekarasih. Bencana mengakibatkan sejumlah titik di ruas jalan penghubung Bagbagan-Warungkiara terdampak tanah longsor. 

Tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Warungkiara, tepatnya di Desa Bantarkalong. Hujan deras dengan frekuensi cukup lama menyebabkan sejumlah ruas jalan tertimbun material tanah longsor.

"Sedangkan di Kecamatan Cikembar terjadi pergerakan tanah di Kampung Cimenteng RT 01/05 Desa Sukamulya. Akibatnya, satu rumah kondisinya rusak berat karena ambles dan tiga rumah lainnya terancam. Penghuninya sudah diungsikan karena khawatir pergerakan tanah makin meluas," pungkasnya.(M-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya