Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berstatus siaga cuaca ekstrem, Rabu (17/12). Kondisi itu menyusul prediksi BMKG yang menyebut bakal terjadi curah hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan delapan wilayah yang berstatus siaga berada di Kecamatan Cidadap, Cidolog, Cikakak, Cikidang, Cisolok, Kabandungan, Palabuhanratu, dan Tegalbuleud. BPBD pun bersiaga mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkan akibat curah hujan lebat hingga sangat lebat.
"BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bakal terjadi hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Sukabumi. Ada delapan kecamatan yang statusnya siaga," kata Eki, Rabu (17/12).
Sementara itu, wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten berstatus waspada. Curah di wilayah-wilayah tersebut dalam kondisi sedang hingga lebat. "Kami di BPBD siaga menyikapi kondisi peringatan dini tersebut," jelasnya.
Intensitas bencana meningkat
Kurun beberapa hari terakhir, curah hujan di Kabupaten Sukabumi cenderung tinggi. Dampaknya, terjadi peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, terutama banjir dan tanah longsor. Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan hasil pendataan di lapangan, curah hujan tinggi pada Senin (15/12) hingga Selasa (16/12), menambah daftar panjang kejadian bencana. Dilaporkan ada enam kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi.
"Bencana dilaporkan terjadi di Kecamatan Jampangtengah, Palabuhanratu, Parungkuda, Simpenan, Warungkiara, dan Cikembar," kata Daeng.
Di Kecamatan Jampangtengah terjadi banjir di Kampung Tangkil RT 023 dan RT 024/007 Desa Bantargadung. Dampaknya, lahan sawah seluas lebih kurang 10 hektare terendam. Kondisi itu mengakibatkan tanaman padi terancam mengalami gagal panen. Di Kecamatan Palabuhanratu terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan rumah ambruk milik warga di Kampung Bagbagan RT 01/01 Desa Jayanti. Di Kecamatan Parungkuda, sebuah jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar 1 meter di Kampung Cipanggulaan RT 006/003 Desa Pondokkaso Landeuh terputus akibat tergerus arus deras sungai.
Sementara di Kecamatan Simpenan terjadi banjir dan tanah longsor di Kampung Cimalaka dan Kampung Cipicung Desa Mekarasih. Bencana mengakibatkan sejumlah titik di ruas jalan penghubung Bagbagan-Warungkiara terdampak tanah longsor.
Tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Warungkiara, tepatnya di Desa Bantarkalong. Hujan deras dengan frekuensi cukup lama menyebabkan sejumlah ruas jalan tertimbun material tanah longsor.
"Sedangkan di Kecamatan Cikembar terjadi pergerakan tanah di Kampung Cimenteng RT 01/05 Desa Sukamulya. Akibatnya, satu rumah kondisinya rusak berat karena ambles dan tiga rumah lainnya terancam. Penghuninya sudah diungsikan karena khawatir pergerakan tanah makin meluas," pungkasnya.(M-2)
BMKG Samarinda mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan longsor di Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11-20 Maret 2026 akibat curah hujan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah ibu kota selama sepekan ke depan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG Wamena mengimbau warga di 8 kabupaten Papua Pegunungan waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor hingga April 2026.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
KONDISI cuaca diwaspadai jadi faktor utama berfluktuasinya harga pangan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Sejauh ini sudah ada 39 varietas lokal yang sudah didaftarkan ke PPVTPP Kementerian Pertanian.
Semakin banyak investasi yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, maka peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin terbuka lebar
Robohnya jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 1 meter itu terjadi pada Senin (19/1) pukul 14.15 WIB. Kejadian itu dipicu curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir.
Bencana banjir bandang di Kecamatan Simpenan terjadi pada Desember 2024 dan Maret 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved