Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berstatus siaga cuaca ekstrem, Rabu (17/12). Kondisi itu menyusul prediksi BMKG yang menyebut bakal terjadi curah hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan delapan wilayah yang berstatus siaga berada di Kecamatan Cidadap, Cidolog, Cikakak, Cikidang, Cisolok, Kabandungan, Palabuhanratu, dan Tegalbuleud. BPBD pun bersiaga mengantisipasi dampak yang akan ditimbulkan akibat curah hujan lebat hingga sangat lebat.
"BMKG telah mengeluarkan peringatan dini bakal terjadi hujan lebat hingga sangat lebat di Kabupaten Sukabumi. Ada delapan kecamatan yang statusnya siaga," kata Eki, Rabu (17/12).
Sementara itu, wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten berstatus waspada. Curah di wilayah-wilayah tersebut dalam kondisi sedang hingga lebat. "Kami di BPBD siaga menyikapi kondisi peringatan dini tersebut," jelasnya.
Intensitas bencana meningkat
Kurun beberapa hari terakhir, curah hujan di Kabupaten Sukabumi cenderung tinggi. Dampaknya, terjadi peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, terutama banjir dan tanah longsor. Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan hasil pendataan di lapangan, curah hujan tinggi pada Senin (15/12) hingga Selasa (16/12), menambah daftar panjang kejadian bencana. Dilaporkan ada enam kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi.
"Bencana dilaporkan terjadi di Kecamatan Jampangtengah, Palabuhanratu, Parungkuda, Simpenan, Warungkiara, dan Cikembar," kata Daeng.
Di Kecamatan Jampangtengah terjadi banjir di Kampung Tangkil RT 023 dan RT 024/007 Desa Bantargadung. Dampaknya, lahan sawah seluas lebih kurang 10 hektare terendam. Kondisi itu mengakibatkan tanaman padi terancam mengalami gagal panen. Di Kecamatan Palabuhanratu terjadi cuaca ekstrem yang mengakibatkan rumah ambruk milik warga di Kampung Bagbagan RT 01/01 Desa Jayanti. Di Kecamatan Parungkuda, sebuah jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar 1 meter di Kampung Cipanggulaan RT 006/003 Desa Pondokkaso Landeuh terputus akibat tergerus arus deras sungai.
Sementara di Kecamatan Simpenan terjadi banjir dan tanah longsor di Kampung Cimalaka dan Kampung Cipicung Desa Mekarasih. Bencana mengakibatkan sejumlah titik di ruas jalan penghubung Bagbagan-Warungkiara terdampak tanah longsor.
Tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Warungkiara, tepatnya di Desa Bantarkalong. Hujan deras dengan frekuensi cukup lama menyebabkan sejumlah ruas jalan tertimbun material tanah longsor.
"Sedangkan di Kecamatan Cikembar terjadi pergerakan tanah di Kampung Cimenteng RT 01/05 Desa Sukamulya. Akibatnya, satu rumah kondisinya rusak berat karena ambles dan tiga rumah lainnya terancam. Penghuninya sudah diungsikan karena khawatir pergerakan tanah makin meluas," pungkasnya.(M-2)
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Semakin banyak investasi yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, maka peluang kerja dan kesejahteraan masyarakat juga akan semakin terbuka lebar
Robohnya jembatan dengan panjang 30 meter dan lebar 1 meter itu terjadi pada Senin (19/1) pukul 14.15 WIB. Kejadian itu dipicu curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir.
Bencana banjir bandang di Kecamatan Simpenan terjadi pada Desember 2024 dan Maret 2025
Ada 18 desa di 11 kecamatan yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Kondisi itu mengakibatkan rumah warga dan berbagai fasilitas umum turut terdampak.
Lima kejadian bencana yang dilaporkan tersebar di beberapa kecamatan. Mayoritas terdampak cuaca ekstrem akibat curah hujan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved