Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Ir Juanda Kota
Bandung menemukan tumpukan sampah di sejumlah tempat pembuangan sampah. saat dilakukan inspeksi mendadak, pengelola menemukan tumpukan sampah yang mencapai 2,5 ton.
"Kami menyayangkan dengan temuan ini. Ini juga memandakan kesadaran
masyarakat untuk menjaga kawasan Tahura masih rendah," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Tahura, Ivan Diantoro, Selasa (5/3).
Menurut dia, di area Tahura, ada enam titik yang menjadi tempat pembuangan sampah dengan volume besar. Berdasarkan pemantauan
yang dilakukan, sampah-sampah tersebut diduga dibuang sengaja oleh warga di sejumlah titik di area konservasi.
Baca juga : HPSN 2024, Refleksi Kota Bandung Menuju Zero Waste City
"Kami tidak bisa mengangkut sendiri semua sampah yang menumpuk. Kami melibatkan sejumlah kampus dengan gerakan Clean Up Sampah di Kawasan Konservasi Tahura Ir H Djuanda, akhir pekan lalu," jelasnya.
Aksi tersebut, lanjut Ivan, juga didukung Satgas Citarum Harum Sektor 22, Arhanud, Kelompok Pendaki Gunung (KPG) Regional Bandung, Dinas
Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Pemerintah Desa Ciburial, Badan
Cekungan Bandung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat dan warga sekitar.
Ada sekitar 200 orang yang terlibat. Hasil dari kegiatan clean up, telah berhasil mengangkat sampah yang ada di Kawasan Tahura sebanyak 2,5 ton sampah residu dan 39,82 kg sampah daur ulang kering.
Baca juga : Kota Bandung Siapkan 10 Mesin Pengolah Sampah di TPS Gedebage
"Kami mengimbau pengunjung agar tidak lagi menjadikan kawasan konservasi sebagai tempat pembuangan sampah. Mungkin masih ada presepsi dari masyarakat, membuang sampah rumah tangga di kawasan Tahura atau di kawasan hutan itu paling aman," ungkapnya.
Ivan berharap melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak membuang sampah sembarangan khususnya ke kawasan konservasi.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
SITUASI keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas mulai, berdampak pada sektor perjalanan ibadah umrah.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum mengebut pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur di ruas-ruas jalan nasional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
KONFLIK di Timur Tengah menjadi perhatian bagi Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat (Jabar).
DIPREDIKSI sekitar 700 ribu wisatawan bakal masuk ke Kota Bandung saat libur Idulfitri 1447 hijriah mendatang.
BUKA lapangan kerja, Yayasan Indonesia Setara (YIS) Bersama UMKM Sahabat Sandi menggelar Workshop Baking Kue Kering Lebaran.
Klinik Utama Permata Hati menegaskan komitmennya dalam mendorong upaya pencegahan cacat bawaan melalui pendekatan edukatif, preventif, dan berbasis layanan klinis terintegrasi.
Arus kedatangan juga menunjukkan angka yang signifikan.
Program Motis Angkutan Lebaran 2026 telah dibuka pendaftarannya mulai Minggu, 1 Maret hingga 29 Maret 2026.
Solusi tersebut merupakan titik temu dari belum jelasnya penyelesaian persoalan Kebun Binatang Bandung
Layanan pengaduan ke akun media sosialnya baik Instagram maupin Tiktok akan ditampung dan ditindaklanjuti.
Kerusakan jalan yang paling parah terjadi di Desa Malausma hingga Cikijing, Kabupaten Majalengka.
KEPALA Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta, Syamsi Mufti, mengimbau, jemaah umrah untuk berhati-hati dan tetap menjaga kondusivitas.
Pembangunan sentra pangan merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan
DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Jabar memberi kepastian bahwa beberapa ruas jalan tol dirancang untuk beroperasi secara fungsional selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
PEMERINTAH Kota Bandung masih menunggu regulasi pemerintah pusat tsoal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Pergerakan tanah di wilayah itu berdampak terhadap 10 kepala keluarga. Saat ini, mayoritas penyintas mengungsi di rumah kerabat, bahkan ada yang menyewa atau mengontrak rumah.
Aksi balap liar tersebut dilakukan oleh puluhan pelajar di jalan raya Lingkar Timur Kabupaten Kuningan, Minggu (1/3) dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved