Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan sungai akibat kotoran sapi (kohe) di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Salah satunya adalah pembuatan instalasi bio digester untuk mengolah kohe sapi menjadi sumber biogas yang bisa dimanfaatkan. Tapi sayangnya banyak instalasi bio digester yang sudah dibangun, umurnya tidak bertahan lama.
Akibatnya, peternak sapi kembali membuang kohe secara tradisional ke sungai, sehingga dampak pencemaran kepada lingkungan masih terjadi. Padahal, ada kurang lebih 19 ribu populasi sapi. Satu sapi menghasilkan
kotoran 10-15 kilogram per hari.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL),
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat, Idad Saadudin mengakui, limbah kohe sapi di Lembang dan sekitarnya masih jadi ancaman bagi lingkungan. Penyelesaian permasalahan ini sudah dikaji sejak lama.
Ratusan bantuan pembuatan instalasi bio digester sudah diberikan kepada
peternak sapi di Lembang, Cisarua, dan Parongpong sejak 2010. Tapi
sayangnya ada yang sudah tidak dipakai lagi dan terbengkalai.
"Mungkin dari ratusan bio digester yang sudah terbangun, hanya sekitar
20%-30% saja yang masih berfungsi sekarang," kata Idad, Senin (15/1).
Padahal, terang dia, biaya pembangunan satu unit instalasi bio digester
tidak murah. Untuk kapasitas 4 meter kubik dari sekitar 5-6 kohe sapi,
kurang lebih biayanya berkisar antara Rp50 juta. Oleh karena itu, sangat disayangkan ketika bantuan pembangunan instalasi itu hanya terpakai sebentar dan tidak berkelanjutan.
"Peternak sapi tidak lagi menggunakan instalasi bio digester akibat ada
kendala kerusakan, lahan, dan sedimentasi. Lalu karena malas memperbaiki dan ketidakmampuan dalam memeliharanya, akhirnya memilih langkah praktis dengan membuang kohe sapinya begitu saja," ujarnya.
Maka, tambah Idad, perlu ada kolaborasi dengan berbagai pihak untuk
memelihara bio digester. Jangan sampai bio digester yang sudah
terbangun akhirnya ditinggalkan tanpa dirawat peternak.
"Harus ada transfer ilmu dan edukasi yang intens agar pola pikir peternak sapi bisa berubah," jelasnya.
Kolaborasi
Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup Jawa Barat, Thio Setiowekti
menjelaskan, perlu peran serta semua pihak dalam mengatasi permasalahan
kohe sapi di Lembang. Mulai dari peternak sapi, masyarakat sekitar,
akademisi, pihak swasta, termasuk peran serta pemerintah daerah.
"Ketika ada bantuan instalasi bio digester yang dibangun manfaatnya tidak hanya sesaat," tuturnya.
Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah harus ada nilai
ekonomis yang dihasilkan dari pemanfaatannya, serta yang terpenting adalah pendampingan dalam pemeliharaan dan pengoperasiannya.
"Kami akan coba kolaborasi dengan perangkat pemerintah dan masyarakat di tempat terbangunnya bio digester agar ada transfer teknologi pemeliharaan dan perawatan instalasi. Ketika ada kendala mereka bisa langsung menangani," tandasnya. (SG)
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved