Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA parlemen Korea Selatan meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang mengusulkan penyelidikan penasihat khusus terhadap Presiden Yoon Suk-yeol atas kegagalan darurat militer.
"RUU tersebut meminta penunjukan jaksa khusus untuk menentukan kebenaran tentang pemberontakan internal melalui deklarasi darurat militer yang tidak konstitusional," melansir Yonhap News, Selasa (10/12).
Setidaknya 210 anggota parlemen memberikan suara mendukung, 63 menentang, sementara 14 anggota abstain dari 287 anggota parlemen yang menghadiri sidang tersebut.
Para anggota parlemen juga menuntut penangkapan segera terhadap Presiden Yoon dan tersangka lain yang berada balik darurat militer tersebut.
RUU itu disampaikan setelah Presiden Yoon selamat dari mosi pemakzulan pertama minggu lalu. Sebab, parlemen yang beranggotakan 300 orang tidak mencapai kuorum 200 anggota untuk pengesahan tersebut.
Seoul telah meluncurkan penyelidikan luas terkait darurat militer 3 Desember terhadap pemerintahan Yoon setelah parlemen menolak langkah presiden dan darurat militer dicabut dalam waktu enam jam.
Sementara itu, blok oposisi memiliki 192 anggota parlemen, mereka membutuhkan dukungan setidaknya delapan anggota parlemen untuk menyukseskan mosi pemakzulan terhadap Yoon.
Sementara Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa telah mengumumkan langkah-langkah untuk mengarah pada pengunduran diri awal Yoon guna menghindari pemakzulan, blok oposisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat sedang mempertimbangkan pemungutan suara kedua untuk menggulingkan presiden.
Yoon juga menjadi presiden petahana pertama yang menghadapi tuduhan pengkhianatan, serta larangan bepergian.
Selasa (10/12) pagi, Kepolisian setempat memanggil Perdana Menteri Han Duck-soo dan beberapa rekannya untuk diinterogasi guna menyelidiki kegagalan darurat militer.
Polisi telah memanggil kepala Badan Intelijen Nasional untuk diinterogasi guna menyelidiki rincian pertemuan Kabinet yang diadakan sebelum Yoon mengumumkan darurat militer pada malam 3 Desember.
"Jika terdakwa menolak hadir, kami akan segera melakukan upaya hukum, termasuk penyidikan paksa," kata seorang pejabat kejaksaan.
Mantan Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong-hyun, ditangkap karena perannya dalam deklarasi darurat militer yang menyebabkan kekacauan di negara tersebut.
Pada Senin (9/12) malam, jaksa mengajukan surat perintah penahanan secara resmi terhadapnya.
Ia menghadapi dakwaan atas tuduhan pengkhianatan, termasuk terlibat dalam tugas penting selama pemberontakan dan penyalahgunaan wewenang untuk menghalangi pelaksanaan hak-hak.
Pengadilan Seoul akan menggelar sidang pada Selasa (10/12) untuk memutuskan apakah surat perintah penahanan terhadap Kim Yong Hyun akan diterbitkan. Ini akan menjadi keputusan pengadilan pertama yang terkait dengan kekacauan akibat undang-undang darurat militer tersebut.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui pengacaranya, Kim Yong Hyun menyatakan penyesalan yang mendalam.
"Segala tanggung jawab atas situasi ini sepenuhnya ada pada saya," ujarnya.
Dia juga meminta maaf kepada rakyat Korea Selatan dan menjelaskan bahwa bawahannya hanya mengikuti perintah dirinya dan melaksanakan tugas yang diberikan.
Pihak berwenang juga telah memperluas jaringan larangan perjalanan terhadap Yoon dan pejabat, baik sipil maupun keamanan yang dituduh terlibat dalam kegagalan darurat militer.
Laporan menunjukkan bahwa partai yang berkuasa sedang meninjau berbagai skenario untuk meminimalkan dampak darurat militer.
Tim kerja partai juga dilaporkan sedang mempertimbangkan dua opsi, termasuk Yoon Suk Yeol mundur pada Februari dengan pemilu pada April atau mundur pada Maret dengan pemilu pada Mei.
Jika rencana itu terwujud, pemilihan presiden akan diadakan dalam waktu dua bulan sejak tanggal Yoon mengundurkan diri.
Yoon terpilih pada tahun 2022 untuk masa jabatan lima tahun yang berakhir pada tahun 2027. (Fer/P-3)
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Operasi bedah estetika kini jadi gaya hidup modern. Sejumlah aktris Indonesia memilih Korea untuk tampil lebih segar dan percaya diri.
Sebagai tuan rumah, Indonesia tampil apik sejak menit awal, yang langsung membuahkan gol yang dicetak Mochammad Iqbal.
Presiden AS Donald Trump resmi mengumumkan kenaikan tarif impor untuk barang-barang Korea Selatan, termasuk otomotif dan farmasi, setelah kesepakatan dagang dinilai gagal.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol dijatuhi hukuman 5 tahun penjara.
Pengadilan Seoul akan membacakan vonis terhadap mantan Presiden Yoon Suk Yeol atas tuduhan menghalangi penyidikan terkait deklarasi darurat militer 2024.
Jaksa khusus menuntut hukuman mati bagi mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terkait upaya pemberontakan melalui deklarasi darurat militer yang gagal.
Tim penasihat hukum khusus menuntut hukuman 10 tahun penjara bagi mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol atas dakwaan perintangan keadilan terkait darurat militer.
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol jalani sidang tuntutan hari ini terkait kasus darurat militer Desember 2024. Vonis dijadwalkan pada Januari 2026.
Investigasi akan mencakup beberapa tuduhan penting, termasuk rencana darurat militer yang gagal dilaksanakan oleh Yoon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved