Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

LUMINA Rilis Single Hello, Bintang: Gabungkan J-Pop, K-Pop, hingga Dream Pop!

Nadhira Izzati A
11/3/2026 20:34
LUMINA Rilis Single Hello, Bintang: Gabungkan J-Pop, K-Pop, hingga Dream Pop!
LUMINA resmi debut dengan single 안녕, Bintang (Hello, Bintang).(MI/Nadhira Izzati A)

INDUSTRI musik Indonesia kembali kedatangan warna baru dengan hadirnya LUMINA, girl group hasil kolaborasi lintas budaya antara Indonesia dan Korea Selatan. Grup ini resmi memperkenalkan diri melalui single debut berjudul “안녕, Bintang (Hello, Bintang)” yang dirilis pada Rabu (11/3).

Di bawah naungan HOUSE ENM, LUMINA diproduseri langsung oleh pakar musik asal Korea Selatan, Young Boss. Proyek ini bukan sekadar mengikuti tren K-Pop, melainkan sebuah eksperimen untuk menciptakan grup hybrid dengan standar produksi global yang tetap relevan dengan pasar lokal.

Lima Talenta Muda dengan Konsep Magical High-teen

LUMINA beranggotakan lima talenta muda berusia 10 hingga 15 tahun, yaitu:

  • Wila
  • Fara
  • Kiandra
  • Isyana
  • Jennifer

Mereka merupakan jebolan K-Pop ON-I, sebuah program pelatihan intensif selama empat minggu yang mencakup olah vokal, tari, hingga produksi video musik profesional.

Grup ini mengusung konsep Magical High-teen, sebuah perpaduan unik antara melodi J-Pop, aransemen K-Pop, serta tekstur suara Dream Pop. Karakter lintas budaya ini semakin diperkuat dengan penggunaan tiga bahasa dalam lirik lagu mereka, yaitu Korea, Indonesia, dan Inggris.

Produser Young Boss menjelaskan bahwa tujuannya adalah membawa kualitas K-Pop ke dalam ekosistem musik Indonesia tanpa menghilangkan identitas aslinya.

“Suara K-pop itu kan kualitasnya tinggi dan memang berlaku di pasar global. Nah, saya sendiri ingin mencoba bikin (group hybrid) di Indonesia. Jadi bukan cuma sekedar style K-pop saja,” ujar Young Boss dalam konferensi pers daring.

Representasi Keberagaman dan Inklusivitas

Salah satu poin yang mencuri perhatian adalah latar belakang etnis para anggota yang sangat beragam, mulai dari Bali, Batak, Gorontalo, Palembang, hingga keturunan Tionghoa. Keberagaman ini dianggap sebagai representasi nyata dari kekayaan budaya Indonesia.

Selain itu, kehadiran Fara sebagai anggota yang mengenakan hijab menjadi simbol inklusivitas dalam industri musik modern. Fara menegaskan bahwa identitasnya bukan merupakan penghalang untuk meraih mimpi di panggung global.

“Aku ingin membuktikan bahwa memakai hijab bukanlah halangan untuk bermimpi dan berkarya di musik. Aku bersyukur keluarga dan teman-teman mendukungku, dan aku ingin menunjukkan bahwa keberagaman itu indah,” tutur Fara.

Target Pasar Lokal dan Global

Meski persaingan grup idola di Indonesia semakin ketat, seperti hadirnya grup No Na besutan 88rising, LUMINA optimistis dapat bersaing. Young Boss menyatakan bahwa target utama LUMINA adalah menguasai pasar lokal dan global secara simultan.

“Kami ingin dunia melihat bahwa kombinasi tradisi unik Indonesia dan sentuhan profesional K-Pop adalah sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.

Saat ini, single debut “안녕, Bintang (Hello, Bintang)” sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital seperti Spotify, YouTube Music, dan Apple Music. (Z019(



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya