Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Korea Selatan Larang Warganya ke Iran

Budi Ernanto
06/3/2026 09:27
Korea Selatan Larang Warganya ke Iran
Ilustrasi.(AFP/HECTOR RETAMAL)

PEMERINTAH Korea Selatan resmi melarang warganya melakukan perjalanan ke Iran menyusul memburuknya kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Kebijakan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis.

Mulai pukul 18.00 waktu setempat pada 5 Maret, otoritas Seoul menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran. Status ini merupakan tingkat peringatan tertinggi yang berarti larangan perjalanan secara menyeluruh.

“Karena memburuknya situasi di Timur Tengah, keselamatan warga negara kita saat berkunjung atau tinggal di Iran menimbulkan kekhawatiran yang sangat serius,” kata kementerian itu.

Sebelumnya, pemerintah Korsel telah memberlakukan peringatan Level 3 bagi Iran yang berisi imbauan agar warga negaranya meninggalkan negara tersebut. Dengan peningkatan status menjadi Level 4, Iran kini secara resmi dimasukkan dalam daftar negara yang dilarang untuk dikunjungi.

Warga Korea Selatan hanya dapat memasuki Iran apabila memperoleh izin khusus terkait penggunaan paspor mereka. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi berdasarkan undang-undang paspor Korea Selatan.

“ Kami meminta warga yang berencana melakukan perjalanan ke wilayah ini untuk membatalkan perjalanan mereka, dan mereka yang saat ini berada di sana untuk meninggalkan negara ini,” kata Kemenlu Korsel.

Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah secara saksama serta mengambil langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan warganya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, termasuk ke ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.

Sebagai balasan, Iran melakukan serangan ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah. (Ant/I-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya