Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN disebut bakal segera menyerang Israel. Serangan itu buntut penyerangan yang dilakukan Israel terlebih dahulu ke konsulat Iran di Suriah.
Jerusalem Post sebelumnya memberitakan serangan Israel tersebut menyebabkan beberapa anggota Quds Force dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kehilangan nyawa. Sehingga, Iran terang-terangan mengancam akan membalas Israel.
Selama ini, tidak ada yang mampu membendung serangan-serangan Israel ke Gaza lantaran di belakang negara tersebut didukung oleh kekuatan militer Amerika Serikat. Lalu, mengapa sekarang Iran dengan lantang menyatakan perang pada Israel? Bagaimana kekuaran militer Iran sebenarnya?
Baca juga : Ketegangan Regional Meningkat Akibat Ancaman Serangan Iran ke Israel
Menurut Global Fire Power (GFP), Iran termasuk dalam 15 besar negara dengan kekuatan militer global tertinggi. Pada tahun 2024, Iran menempati peringkat ke-14 dari total 145 negara yang dievaluasi dalam tinjauan tahunan GFP.
Dalam evaluasi tersebut, Iran memperoleh skor sebesar 0,2269, di mana skor 0,0000 dianggap sebagai skor 'sempurna'. Data ini terakhir diperbarui pada bulan Januari 2024.
Menurut Global Fire Power (GFP), keuangan suatu negara dicatat berdasarkan beberapa kategori. Mereka menekankan bahwa mengobarkan dan mempertahankan konflik yang berkepanjangan membutuhkan komitmen finansial yang besar dari semua pihak yang terlibat.
Baca juga : Pantas Berani Serang Israel, Ternyata Begini Kekuatan Militer Iran
Dalam kategori paritas daya beli, Iran memiliki kapasitas hingga US$1.319.000.000.000 dan juga memiliki cadangan devisa/emas senilai US$127.150.000.000.
Anggaran pertahanan Iran mencapai $9.954.451.000 USD, namun, negara ini juga memiliki utang luar negeri sebesar US$8.000.000.000.
Global Fire Power (GFP) mengevaluasi jumlah maksimum dan realistis dari sumber daya manusia (SDM) yang dapat dipertimbangkan oleh suatu negara dalam situasi perang, baik yang bersifat ofensif maupun defensif. Karena itu, komposisi SDM ini dianggap penting dalam perang.
Baca juga : Pasukan Israel Serang Kamp Jenin, 3 Orang Tewas Diantanya Anak di Bawah Umur
Iran memiliki jumlah penduduk sebanyak 87.590.873 jiwa. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja yang tersedia mencapai 49.050.889 orang, atau setara dengan 56,0% dari total populasi.
Iran memiliki 610.000 personel militer aktif, yang setara dengan 0,7 persen dari total populasi. Namun, mereka juga memiliki 41.167.710 orang yang dapat dikerahkan dalam situasi perang.
Selain itu, Iran memiliki 350.000 personel militer cadangan, yang mewakili 0,4 persen dari populasi. Mereka juga memiliki 220.000 anggota paramiliter, atau sekitar 0,3 persen dari total penduduk.
Baca juga : Halau Israel, Pejuang Palestina Gunakan Senjata Berat
Selain itu, Iran memiliki 42.000 personel angkatan udara, 350.000 personel angkatan darat, dan 18.500 personel angkatan laut.
Menurut Global Fire Power (GFP), aspek logistik merupakan hal penting bagi kekuatan global dalam situasi perang maupun damai. Ini menentukan kemampuan suatu negara dalam memindahkan manusia, mesin, dan pasokan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Iran memiliki jumlah angkatan kerja sebanyak 27.682.000 orang. Armada pedagang laut Iran mencapai 942 kapal. Negara ini juga memiliki 4 pelabuhan/terminal perdagangan dan 319 bandara.
Selain itu, Iran memiliki jaringan jalan sepanjang 223.485 km, jalur kereta api seluas 8.484 km, dan jalur saluran air seluas 850 km. (Z-10)
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
PENGAJAR Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera Gita Putri Damayana menilai revisi Undang-Undang TNI (UU TNI) menghadapi krisis mendasar dari sisi kualitas penyusunan naskah akademik.
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
AUSTRALIA dan Indonesia menyepakati perjanjian keamanan baru yang akan memperdalam kerja sama militer antara kedua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved