Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Iran mengumumkan akan melancarkan serangan balasan kepada Israel dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Israel menyerang Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pekan lalu.
Serangan negara zionis itu menewaskan 7 anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), cabang angkatan bersenjata Iran. Tak tanggung-tanggung, 2 anggota IRGC yang meninggal berpangkat jenderal.
Ancaman terbuka dari Iran pun tak terelakan. Namun pertanyaannya, seberapa besar kekuatan militer Iran jika mereka benar-benar memutuskan untuk menyerang Israel?
Baca juga : 3 Fakta Iron Dome Israel yang Katanya Canggih Tapi Bisa Dibobol Hamas
Merujuk pada data milik organisasi Global Fire Power (GFP), yang terkenal dengan analisanya terhadap kekuatan militer seluruh negara di dunia, kekuatan militer Iran menempati posisi 14 dari 145 negara.
Dari segi keuangan, GFP mencatat Iran memiliki keseimbangan kemampuan belanja hingga US$1.319.000.000.000, devisa senilai US$127.150.000.000, dan anggaran pertahanan hampir menyentuh US$10 miliar.
Sementara untuk logistik, faktor-faktor yang dihitung GFP adalah kemampuan negara dalam memindahkan banyak aspek, seperti mesin, pasokan, dan manusia.
Baca juga : Netanyahu Bentuk Kabinet Perang untuk Invasi Darat Gaza
GFP mencatat, Iran mempunyai 27.682.000 angkatan kerja, 942 armada pedagang, 4 pelabuhan perdagangan, dan 319 bandara. Iran juga memiliki jalan sepanjang 223.485 km, jalur kereta api sepanjang 8.484 km, jalur air 850 km.
GFP menilai jumlah jiwa maksimum dan realistis yang dapat dilibatkan suatu negara dalam upaya perang, baik yang bersifat ofensif maupun defensif. Oleh sebab itu, komposisi SDM ini penting dalam suatu perang.
Sumber daya manusia pun menjadi sangat penting dalam peperangan. Suatu negara harus mengerahkan para prajurit untuk melindungi penduduk lainnya. Jumlah orang yang bisa dilibatkan dalam peperangan pun menjadi sangat krusial.
Baca juga : Rudal Balistik Hipersonik 'Fattah' Iran Mampu Hindari Iron Dome Israel
Iran menempati peringkat 17 untuk populasi dengan 87.590.873 jiwa. Sebanyak 610.000 di antara mereka adalah personel militer aktif, dan 350.000 personel cadangan militer.
Kemudian, 42.000 personel angkatan udara, 350.000 personel angkatan darat, dan 18.500 personel angkatan laut.
Dari segi kendaraan darat, GFP mencatat Iran memiliki 65.765 kendaraan berarmor dengan 46.063 yang siap pakai, 1.996 tank dengan 1397 yang siap pakai, dan 775 artileri roket dengan 543 yang siap pakai.
Di udara, Iran memiliki 186 kapal perang udara, 23 kapal perang udara untuk menyerang; 129 helikopter militer, dan 13 helikopter militer yang bisa menyerang.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
PRESIDEN Xi Jinping melakukan penyelidikan antikorupsi terhadap sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal senior Zhang Youxia, untuk memperkuat profesionalisme angkatan bersenjata.
Korban tewas protes Iran lampaui 5.100 jiwa. AS kirim armada tempur USS Abraham Lincoln saat militer Iran siaga tempur.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved