Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi terbaru di Annals of Internal Medicine menemukan bahwa metode puasa intermiten 4:3 mampu menghasilkan penurunan berat badan yang sedikit lebih signifikan dalam 12 bulan dibandingkan pembatasan kalori harian.
Penelitian ini melibatkan 165 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: satu menjalani puasa intermiten 4:3 (puasa tiga hari non-berturut per minggu dengan pengurangan 80% kalori), dan satu lagi menjalani pembatasan kalori harian sebesar 34,3%.
Semua peserta mendapat akses ke gym, pelatihan perilaku, serta panduan gizi dan olahraga. Target latihan fisik: 300 menit per minggu.
Kelompok puasa intermiten kehilangan rata-rata 7,6% berat badan, dibanding 5% pada kelompok cutting kalori.
Sebanyak 58% peserta puasa berhasil memangkas minimal 5% berat badan, dibandingkan dengan 47% peserta cutting.
Peningkatan kesehatan kardiometabolik (tekanan darah, kolesterol, trigliserida, dan gula darah puasa) lebih menonjol pada kelompok puasa.
Dr. Victoria Catenacci dari University of Colorado menyatakan bahwa meskipun cutting kalori adalah pendekatan konvensional, banyak yang kesulitan mempertahankannya. Menurutnya, metode puasa 4:3 lebih fleksibel dan realistis untuk jangka panjang, apalagi bila disertai pendekatan perilaku.
Namun, Dr. Mir Ali dari MemorialCare Surgical Weight Loss Center mengingatkan bahwa belum ada pendekatan tunggal yang cocok untuk semua orang. Diperlukan riset lanjutan yang mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, dan etnisitas.
Ahli gizi Monique Richard menambahkan bahwa puasa intermiten dapat menciptakan “kebingungan metabolik” yang memicu pembakaran kalori. Tapi, ia menekankan bahwa hasilnya sangat bergantung pada kondisi individu dan rancangan studi.
Perhatikan kondisi kesehatan dan konsumsi obat.
Mulai perlahan, beri tubuh waktu beradaptasi.
Dapatkan dukungan sosial.
Tetap makan sehat di hari non-puasa.
Konsultasikan dengan ahli gizi terdaftar (RDN) untuk pendekatan yang aman dan personal. (Medical News Today/Z-10)
Studi terbaru Cochrane Reviews mengungkap intermittent fasting tidak lebih unggul dari diet kalori biasa. Simak analisis medis dan faktanya di sini.
Simak tinjauan medis manfaat Puasa Daud bagi metabolisme. Dari proses autofagi hingga sensitivitas insulin, temukan alasan mengapa pola ini sangat sehat.
Intermittent fasting adalah metode untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu.
Intermittent fasting atau puasa intermiten adalah pola makan yang mengatur waktu antara makan dan berpuasa. Artinya, kamu fokus pada kapan makan, bukan apa yang dimakan.
Banyak standar dan tips kesehatan justru tidak cocok dan bahkan berbahaya untuk perempuan.
Intermittent fasting (IF) kini ramai dibicarakan, khususnya di kalangan perempuan yang tengah merencanakan kehamilan. Banyak yang percaya metode ini bisa meningkatkan kesuburan
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Meskipun konsumsi kopi atau teh secara umum tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan, Ali menekankan adanya dampak turunan yang perlu diwaspadai.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved