Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi terbaru di Annals of Internal Medicine menemukan bahwa metode puasa intermiten 4:3 mampu menghasilkan penurunan berat badan yang sedikit lebih signifikan dalam 12 bulan dibandingkan pembatasan kalori harian.
Penelitian ini melibatkan 165 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Mereka dibagi menjadi dua kelompok: satu menjalani puasa intermiten 4:3 (puasa tiga hari non-berturut per minggu dengan pengurangan 80% kalori), dan satu lagi menjalani pembatasan kalori harian sebesar 34,3%.
Semua peserta mendapat akses ke gym, pelatihan perilaku, serta panduan gizi dan olahraga. Target latihan fisik: 300 menit per minggu.
Kelompok puasa intermiten kehilangan rata-rata 7,6% berat badan, dibanding 5% pada kelompok cutting kalori.
Sebanyak 58% peserta puasa berhasil memangkas minimal 5% berat badan, dibandingkan dengan 47% peserta cutting.
Peningkatan kesehatan kardiometabolik (tekanan darah, kolesterol, trigliserida, dan gula darah puasa) lebih menonjol pada kelompok puasa.
Dr. Victoria Catenacci dari University of Colorado menyatakan bahwa meskipun cutting kalori adalah pendekatan konvensional, banyak yang kesulitan mempertahankannya. Menurutnya, metode puasa 4:3 lebih fleksibel dan realistis untuk jangka panjang, apalagi bila disertai pendekatan perilaku.
Namun, Dr. Mir Ali dari MemorialCare Surgical Weight Loss Center mengingatkan bahwa belum ada pendekatan tunggal yang cocok untuk semua orang. Diperlukan riset lanjutan yang mempertimbangkan faktor usia, jenis kelamin, dan etnisitas.
Ahli gizi Monique Richard menambahkan bahwa puasa intermiten dapat menciptakan “kebingungan metabolik” yang memicu pembakaran kalori. Tapi, ia menekankan bahwa hasilnya sangat bergantung pada kondisi individu dan rancangan studi.
Perhatikan kondisi kesehatan dan konsumsi obat.
Mulai perlahan, beri tubuh waktu beradaptasi.
Dapatkan dukungan sosial.
Tetap makan sehat di hari non-puasa.
Konsultasikan dengan ahli gizi terdaftar (RDN) untuk pendekatan yang aman dan personal. (Medical News Today/Z-10)
Simak tinjauan medis manfaat Puasa Daud bagi metabolisme. Dari proses autofagi hingga sensitivitas insulin, temukan alasan mengapa pola ini sangat sehat.
Intermittent fasting adalah metode untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu.
Intermittent fasting atau puasa intermiten adalah pola makan yang mengatur waktu antara makan dan berpuasa. Artinya, kamu fokus pada kapan makan, bukan apa yang dimakan.
Banyak standar dan tips kesehatan justru tidak cocok dan bahkan berbahaya untuk perempuan.
Intermittent fasting (IF) kini ramai dibicarakan, khususnya di kalangan perempuan yang tengah merencanakan kehamilan. Banyak yang percaya metode ini bisa meningkatkan kesuburan
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved