Rabu 03 November 2021, 05:15 WIB

Ini Cara Membangun Sense of Belonging di Tempat Kerja

Farrel Ardan | Humaniora
Ini Cara Membangun Sense of Belonging di Tempat Kerja

unsplash
Ilustrasi--suasana kantor.

 

SENSE of belonging pasti tidak asing lagi bagi banyak perusahaan. Tanpa hal ini, hubungan antara karyawan dan perusahaan tidak akan berjalan harmonis dan lancar. 

Untuk itulah baik dari karyawan dan perusahaan harus memahami konsep tersebut. Perusahaan sebagai sisi pemberi kerja dan pihak yang langsung berhubungan dengan budaya perusahaan mengambil peranan dalam membangun sense of belonging.

Apa itu Sense of Belonging ?

Sederhananya, arti sense of belonging adalah rasa merasa memiliki. Konteks rasa ingin memiliki ini bukan berarti ingin menguasai tempat kerja. Namun, rasa memiliki yang dimaksud adalah rasa ikut serta berkontribusi dan bertanggung jawab untuk kepentingan operasional  visi misi perusahaan. 

Baca juga: Raih Cita-Cita dengan Tanamkan Motivasi Kuat dan Didukung Passion

Kinerja yang dilakukan berdasarkan sense of belonging yang kuat jauh berbeda dengan kinerja yang asal-asalan, loh! 

Karyawan adalah aset berharga bagi perusahaan. Maju atau tidaknya perusahan dalam mencapai visi misi ditentukan oleh kinerja karyawan. Karyawan dengan rasa kepemilikan yang kuat lebih termotivasi dan produktif dibandingkan dengan karyawan yang merasa tidak terlibat secara emosional dengan perusahaan.

Pentingnya Sense of Belonging

Dalam psikologi sosial, kebutuhan untuk memiliki merupakan motivasi intrinsik untuk bergaul dengan orang lain dan untuk diterima oleh masyarakat. Kebutuhan ini berperan dalam sejumlah fenomena sosial seperti harga diri, presentasi, dan perbandingan sosial.

Dalam dunia kerja, ada istilah sense of belonging atau rasa memiliki pada tempat kerja kita. 

Rasa memiliki belakangan menjadi satu hal yang kerap disebut dan ditekankan perusahaan kepada para pekerja era kekinian, untuk membangun soliditas dalam tim.

Sayangnya, pada titik tertentu, pemahaman atas rasa memiliki ini sering salah kaprah. Terutama, jika rasa memiliki tidak dilihat secara utuh, termasuk dari mana ia berasal, dan bagaimana situasi-kondisi yang ada.

Rasa memiliki sendiri, sebenarnya adalah hasil kombinasi dari kesadaran, komitmen, respek, dan sedikit rasa posesif (dalam konteks positif, antara lain lewat dedikasi dan sikap kompetitif). 

Pada takaran dan pemahaman yang tepat, rasa memiliki bisa naik kelas menjadi rasa cinta, dan pendorong ampuh untuk terus melangkah maju, baik secara pribadi maupun kolektif.

Cara membangun sense of belonging

Pemahaman terhadap keberagaman atau diversity tidaklah cukup untuk membangun lingkungan kerja yang positif. Dibutuhkan sense of belonging terhadap perusahaan yang kuat dari karyawan sehingga tercipta rasa bertanggung jawab dan upaya yang tulus dalam setiap kinerja karyawan. 

Setiap orang perlu merasa diterima, dilibatkan, didengar, dan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri mereka. Rasa memiliki yang tulus mendorong karyawan untuk benar-benar unggul dalam perannya dan terlibat dengan perusahaan. 

1. Membangun Kepercayaan

Kepercayaan sangat penting untuk keberhasilan hubungan dengan rekan kerja. Jika tidak mempercayai salah satu anggota tim, anggota tim akan membuang waktu  karena kurang komunikasi yang berjalan tidak efektif. 

Kepercayaan dapat terbentuk jauh lebih cepat dengan pendekatan atau perspektif yang berbeda kepada seluruh tim. 

Untuk mencapai kepercayaan afektif, kita harus meluangkan waktu untuk mengenal kolega baru kita, memahami latar belakang, minat, dan keterampilan mereka, serta menunjukkan rasa hormat, kehangatan, dan perhatian. 

Kepercayaan di tempat kerja sering kali bermuara pada 2 kategori, yaitu kognitif dan afektif. 

Kepercayaan kognitif adalah tahap pertama dalam membangun hubungan yang kuat, dan berpusat pada meyakinkan sesama rekan bahwa perusahaan mampu bekerja dengan mereka untuk menyelesaikan tugas. 

Sementara kepercayaan afektif merupakan komponen dalam membangun hubungan yang lebih dalam dan tahan lama dengan orang lain yang membutuhkan saling pengertian lebih besar satu sama lain.

2. Diskusi Secara Terbuka

Hambatan antarpribadi yang ada di antara karyawan terjadi karena ketidaktahuan. Dengan kata lain, individu tersebut tidak memiliki pemahaman yang cukup mendalam tentang orang yang bekerja dengan mereka. 

Manajer dapat mengajak karyawan untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi soal peningkatan bisnis. Komunikasikanlah tujuan dan visi misi perusahaan secara terbuka. 

Diskusi yang rutin diadakan membuat karyawan merasa menjadi bagian perusahaan. Begitu karyawan saling memahami satu sama lain, konflik dapat diredam seminimal mungkin. 

3. Tetapkan Tujuan Tim Bersama

Menetapkan tujuan bersama dalam kelompok dapat mendorong karyawan memberikan kontribusi yang nyata dan tulus karena merasa diterima dengan baik oleh perusahaan. Patut dicatat bahwa penetapan tujuan tim harus selaras dengan tujuan dan budaya  perusahaan secara keseluruhan. Hal lain yang perlu disoroti adalah memastikan karyawan tetap berkontribusi secara efektif untuk mencapai visi tersebut serta membantu karyawan memahami visi secara umum dan bagaimana cara karyawan menyesuaikan diri.

4. Lakukan Penilaian Rutin

Perbaikan menyeluruh dalam aspek bisnis apa pun tidak mungkin dilakukan tanpa penilaian kinerja dan menganalisis aspek apa yang dapat ditingkatkan.  

Salah satu cara untuk mengukurnya adalah dengan melakukan penilaian kinerja karyawan secara rutin. Saat penilaian selesai dilakukan, baik HRD, manager, dan sesama rekan kerja dapat memberikan saran atau feedback yang membangun untuk karyawan memperbaiki kinerjanya.

5. Memupuk Ikatan Sosial

Walau konteks hubungan di perusahaan adalah hubungan profesional, tidak ada salahnya untuk membangun sebuah pertemanan yang akrab dan sehat di lingkungan kantor. 

Menurut laporan oleh Wildgoose, memiliki teman akrab di kantor dapat meningkatkan kinerja. Ketika orang merasa dekat dengan orang yang bekerja dengan mereka, mereka merasa lebih memiliki hubungan dengan bisnis secara keseluruhan. 

Perusahaan dapat menggunakan pengetahuan ini dengan berbagai cara. Memupuk ikatan sosial antar karyawan dapat dilakukan dengan penyelenggaraan permainan interaktif, family gathering antar karyawan, atau sekedar makan-makan bersama.

6. Berikan Apresiasi

Apresiasi di luar gaji untuk karyawan berprestasi akan sangat dihargai. Bagaimanapun juga, kontribusi karyawan memainkan peran penting bagi keberhasilan perusahaan. 

Apresiasi dapat berupa pemberian bonus atau hanya sebuah ucapan sederhana yang dapat menggugah karyawan. 

Bagi karyawan yang sudah berprestasi, hal ini akan membuat mereka merasa diakui keberasalannya dan semakin giat bekerja. Sementara bagi karyawan yang kinerjanya belum maksimal, prestasi dari rekan kerjanya membuat karyawan tersebut termotivasi untuk bekerja lebih giat.

Rasa memiliki sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental yang baik. Jika Anda terus berjuang melawan kesepian atau perasaan lesu, bicarakan dengan dokter atau ahli kesehatan mental Anda. Mereka dapat membantu Anda mengidentifikasi akar perasaan Anda dan menyarankan strategi untuk mencapai rasa memiliki. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:55 WIB
Anna mencontohkan dengan bantuan orang tua sesama anak bisa memanfaatkan gawai untuk saling...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

47.427 Peserta Siap Ikuti Ujian Mandiri SIMAK UI 2022

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:45 WIB
Seperti penyelenggaraan ujian pada tahun sebelumnya, ujian SIMAK UI S1 Kelas Internasional dilaksanakan lebih cepat dari ujian S1 Reguler,...
Antara

Sepekan Jelang Closing Date, 76.421 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:02 WIB
Pada Selasa (28/6) ini, sebanyak 2.923 jemaah haji Indonesia kembali diberangkatkan. Mereka terbagi dalam tujuh kelompok terbang dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya