Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dan strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul guna menyongsong bonus demografi pada 10 tahun ke depan.
“Lembaga pendidikan tinggi memiliki peran yang sangat strategis untuk mencetak SDM unggul dan berkualitas. Inilah yang harus kita persiapkan secara riil dan konkret karena 5 sampai dengan 10 tahun yang akan datang, kita akan mendapatkan bonus demografi,” ujar Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur pada Senin (15/1).
Pada forum tahunan kali ini yang bertajuk Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul, Inovatif, dan Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045, Presiden menekankan pentingnya SDM berkualitas agar pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah dapat memberikan nilai tambah yang maksimal bagi masyarakat.
Baca juga : Jokowi Janjikan Kenaikan Anggaran Pendidikan
“Berbagai SDA seperti batubara kita cangkul saja dan langsung dijual, nikel juga dicangkul saja dan dieksploitasi semua tanpa ada nilai tambah. Bauksit juga dicangkul saja dan diekspor (mentah). Semua negara mau mengambilnya, tapi kita tidak memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Menurut Presiden, sumber daya alam yang melimpah tidak cukup untuk menjadikan Indonesia negara maju, tetapi SDM dan iptek berkualitas. Untuk itu, disampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki andil besar sebagai kunci lembaga riset.
Baca juga : Pengertian Bonus Demografi serta Dampak Positif dan Negatif
“SDM harus menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga harus maju secara fisik, mental dan moral serta inovatif agar menghasilkan karya-karya yang berkualitas. Kita butuh Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan inovasi yang juga berkualitas. Keduanya menjadi tugas penting lembaga pendidikan tinggi, khususnya para dosen dan para rektor serta dosen,” ujar Presiden Jokowi.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi menceritakan lawatannya ke Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu. Dalam kunjungannya ke AS, Jokowi berkesempatan mengunjungi dua perguruan tinggi dan merasa terkejut karena separuh mahasiswa berasal dari China dan India,
“Saya berpikir inilah yang menyebabkan China melompat maju di 20 tahun terakhir, melampaui negara-negara yang sudah maju. Kemudian saya dibawa ke fakultas jurusan robotik, ternyata separuh mahasiswa yang ada di sana juga dari Tiongkok,” ujar Jokowi.
Kemudian, Jokowi juga melihat banyaknya mahasiswa asal India yang juga menempuh pendidikan di Amerika. Sementara itu, jumlah mahasiswa asal Indonesia terlihat masih sangat sedikit.
“Yang saya lihat kedua ini mahasiswa yang paling banyak, India. Saya cari lagi mahasiswa dari Indonesia dan ternyata ada lima orang. Sangat kecil sekali," katanya.
Jokowi juga mengunjungi kampus jurusan robotik dan kecerdasan buatan (AI). Di sana, dia kembali melihat banyaknya mahasiswa Tiongkok yang belajar mengenai AI dan robotik untuk sektor laut, robotik untuk agrikultur, robotik untuk kesehatan, hingga robotik untuk manufaktur, dan lainnya.
Selain itu, Jokowi berharap berharap penerima beasiswa LPDP bisa ditingkatkan sampai lima kali lipat melalui dana abadi LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang saat ini sudah mencapai Rp 139 triliun.
“Kalau kita lihat APBN untuk pendidikan dari 2009-2024, berarti 15 tahun, mencapai Rp 6.400 triliun. Dana abadi LPDP pada saat dibuka Rp 1 triliun. Sekarang sudah mencapai, di 2023 kemarin, sudah mencapai Rp 139 triliun,” kata Jokowi.
Menurut Jokowi, upaya peningkatan penerima LPDP juga membutuhkan anggaran yang besar. Namun, anggaran ini harus dikejar sebagai solusi dari rasio penduduk berpendidikan tinggi terhadap populasi produktif yang masih rendah.
“Memang butuh, sekali lagi, butuh anggaran besar dan pembiayaan yang besar tetapi tetap ini menjadi kewajiban kita untuk mencarikan jalan agar rasio kita tadi bisa terangkat naik,” ungkapnya.
Lebih kanjut, Jokowi menjelaskan terdapat trend yang positif terkait penerima beasiswa LPDP. Dikatakan bahwa jumlah penerima beasiswa LPDP sudah meningkat tujuh kali lipat sejak awal dibuka. Jokowi ingin jumlah penerima ini ditingkatkan.
“Jumlah penerima beasiswa juga sudah meningkat tujuh kali lipat dari awal LPDP dibuka, tapi ini masih jauh, masih sangat kurang. Saya kira perlu ditingkatkan paling tidak lima kali lipat dari yang sudah ada sekarang,” tandasnya. (Z-4)
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
HAKIM Konstitusi Saldi Isra, mempertanyakan dasar pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam sidang lanjutan pengujian UU Minerba.
Musim pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 semakin dekat.
Transformasi itu bergerak jauh lebih cepat daripada siklus kebijakan pendidikan tinggi yang selama ini kita kenal.
KOLABORASI menjadi kunci dalam upaya mempercepat pemulihan usai terjadinya bencana Sumatra. Salah satu yang berperan penting adalah kolaborasi mahasiswa dan perguruan tinggi.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Potensi bonus demografi 2045 terancam gagal total jika usia produktifnya lumpuh akibat utang dan mentalitas instan.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Jika bonus demografi ini bisa dikapitalisasi dengan benar, negara akan bisa melakukan saving dan reinvestasi setiap tahun.
Saat bonus demografi, terjadi surplus usia produktif yang sangat tinggi. Angkanya rata-rata 70% dari keseluruhan jumlah penduduk usia produktif.
Meski tingkat pengangguran terbuka turun ke angka 4,7%, jumlah absolut pengangguran justru meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved