Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, didukung proyek kerja sama Indonesia–Jerman, Innovation and Investment for Inclusive Sustainable Economic Development (ISED) menggelar Indonesia’s Green Jobs Conference untuk mempromosikan pentingnya mencetak SDM berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan mendukung pencapaian TPB/SDGs.
Mengusung tema “Institutionalizing Green Jobs”, konferensi melibatkan swasta, mitra pembangunan, komunitas, hingga akademisi membahas perkembangan pekerjaan hijau di Indonesia.
Ekonomi hijau merupakan bagian dari desain transformasi pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam memulai transisi menuju ekonomi hijau, pekerjaan hijau berperan penting.
Baca juga : Plastics & Rubber Indonesia 2023 Dorong Penerapan Praktik Industri Hijau
Menurut International Labour Organizaton, penerapan kebijakan yang tepat untuk mempromosikan pekerjaan ramah lingkungan dapat menciptakan 24 juta pekerjaan pada 2030, serta dampak kebutuhan profil keterampilan dan kualifikasi serta kerangka pelatihan baru untuk memenuhi permintaan pekerjaan hijau tersebut.
“Konferensi hari ini salah satu langkah konkret dalam implementasi pengembangan green jobs di Indonesia,” tutur Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Maliki.
Baca juga : Serap Aspirasi UMKM di Yogyakarta, Sandiaga Kenalkan Ekonomi Hijau
Ia menegaskan, Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memimpin dan terus mengawal perjalanan promosi pekerjaan hijau ini.
“Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan langkah-langkah konkret untuk menghadapi tantangan ini dengan menerapkan ekonomi hijau melalui kebijakan transformasi ekonomi dan dalam RPJMN 2020-2024. Kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, merupakan tulang punggung dalam proses transisi menuju ekonomi hijau,” jelas Maliki.
Jerman secara proaktif mengembangkan kebijakan lingkungan untuk menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Kerja sama Indonesia dan Jerman terus bergulir terutama dalam mendukung Indonesia 2045 dan mencapai target emisi rendah karbon pada 2060 atau bahkan lebih cepat lagi.
"Hari ini merupakan salah satu realisasi dimana kerja sama selama ini membuahkan hasil terutama dalam pengembangan pekerjaan hijau. Pengalaman Jerman dalam konteks ‘menghijaukan’ SDM dapat dijadikan salah satu acuan yang memperkaya transformasi SDM di Indonesia untuk bergerak ke arah ‘hijau’,” ujar Pimpinan Kerja Sama GIZ untuk Indonesia dan ASEAN Thomas Foerch.
Adapun pekerjaan hijau yang dimaksud beberapa di antaranya adalah Inspektor Bidang Pertanian dan Tanaman Organik di bidang Pertanian, Green Building Specialist di bidang Konstruksi, dan Green Productivity Master Specialist di bidang Manufaktur.
Pengembangan pekerjaan hijau di Indonesia melalui proyek ISED diimplementasikan dengan kolaborasi lintas sektor, dengan menyusun definisi pekerjaan hijau dalam konteks lokal, dua Peta Okupasi, Peta Jalan Pengembangan SDM yang Mendukung Pekerjaan Hijau, serta kebijakan yang menjadi pedoman implementasi. (Z-5)
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemimpin pasar karbon global berkat hutan tropis terluas ketiga di dunia.
Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola karbon dan pembiayaan iklim berbasis hutan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30).
Saat ini, regulator menuntut hasil yang terukur dan berintegritas, termasuk kebutuhan akan dampak iklim yang nyata.
Sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di tanah air.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam KTT APEC 2025 di Korea Selatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.
Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.
Pada sesi penjurian, para kepala daerah atau yang mewakili langsung memaparkan program unggulan, inovasi daerah, dan strategi keberlanjutan.
Kick-off I-SIM 2025 ini sekaligus melanjutkan momentum Indonesia’s SDGs Action Awards (SAA) 2025 yang sebelumnya digelar Kementerian PPN/Bappenas bersama BGN.
Uni Eropa mendukung upaya Indonesia dalam mengembangkan ekonomi biru yang berkelanjutan dan inklusif
MENTERI PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong reindustrialisasi sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Pencapaian target ekonomi bisa terwujud melalui kemitraan erat pemerintah dan pelaku usaha sebagai mesin ganda yang mendorong produktivitas sektor riil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved