Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sudahi Paradoks Lembaga Pemasyarakatan

25/4/2016 03:00

KEBAKARAN di Lembaga Pemasyarakatan Banceuy, Bandung, Sabtu (23/4), yang dipicu keributan narapidana, kian mengonfirmasi pendapat berbagai kalangan selama ini bahwa LP kita memang penuh paradoks. Tugas LP yang mestinya sebagai lembaga untuk mengembalikan terpidana menjadi anggota masyarakat yang konformis, malah bersalin rupa menjadi tempat penyemaian benih-benih kesesatan baru.

Filosofi sistem pemasyarakatan di Indonesia memandang terpidana hanyalah orang-orang yang tersesat dari masyarakat. Karena itu, menjadi tugas LP untuk mengembalikan mereka sebagai anggota masyarakat yang baik.

Namun, praktiknya, filosofi itu amat jauh panggang dari api. Hampir seluruh LP di Indonesia memiliki sejumlah masalah klasik, mulai dari keuangan yang minim, overkapasitas, kekerasan antarnarapidana serta antara narapidana dan petugas, pelarian, kerusuhan, juga kematian di LP.

Masalah-masalah yang sudah menahun tersebut serupa labirin yang tidak jelas ujung pangkalnya sehingga tidak pernah tuntas diurai. Paradoks LP pun terus terjadi. Di satu sisi, LP diperlukan sebagai tempat pemidanaan dan membina mereka yang sesat. Namun, dalam pelaksanaannya, LP justru menjadi tempat pembelajaran menjadi pelaku kejahatan yang lebih ‘profesional’.

Tidak mengherankan kerap muncul olok-olok bahwa penjara tidak lebih dari sekolah tinggi ilmu kejahatan.

Karena itu, yang seharus¬nya segera diatasi ialah memutus mata rantai penyebab LP menjadi tempat persemaian kejahatan. Segala upaya mewujudkan hal itu harus menjadi prioritas yang bersifat amat segera, sembari mengurai persoalan overkapasitas LP.

Apalagi, dalam kurun 2 bulan terakhir sudah 2 kali terjadi insiden kebakaran di LP dengan pemicu yang hampir sama. Pada akhir Maret lalu, LP Bengkulu juga terbakar yang dipicu penolakan sejumlah narapidana atas rencana tes urine demi membersihkan penjara dari narkoba.

Begitu juga dengan kebakaran yang terjadi di LP Banceuy, Bandung, pada 23 April, yang dipicu oleh pemutasian terpidana narkoba ke sel khusus yang berujung pada aksi bunuh diri sang terpidana. Upaya pembersihan penjara dari bisnis narkoba memang patut diapresiasi. Namun, itu mesti dibarengi dengan kesiapan para aparatus penjara.

Kerapnya kerusuhan di LP, bahkan berujung pada pembakaran, misalnya, terjadi salah satunya karena minimnya penjaga. Jumlah sipir yang tidak sebanding dengan jumlah narapidana membuat pengawasan kurang maksimal.
Hal itu ditambah lagi dengan rasio di LP yang amat jomplang, yakni satu pegawai harus mengawasi 55 warga binaan, jelas tidak rasional. LP pun seperti menyimpan bom waktu dengan sumbu pendek sehingga setiap saat bisa saja timbul kejadian yang membahayakan.

Rekomendasi dari Kementerian Hukum dan HAM untuk menambah jumlah pegawai LP hingga 19 ribu orang tidak boleh ditunda-tunda lagi. Dengan catatan, proses rekrutmen pegawai harus benar-benar transparan dan akuntabel.

Selain itu, mengingat banyaknya kerusuhan dan pemberontakan napi yang dipicu kasus narkoba, sudah saatnya pula Kemenkum dan HAM berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Tempatkan anggota BNN di setiap LP untuk memutus bisnis narkoba di penjara.

Langkah jangka pendek itu untuk sementara bisa mencegah meluasnya kerusuhan di penjara, sebelum revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99/2012 tentang Pemberian Remisi yang mengatur pengetatan pemberian remisi terhadap narapidana kasus narkotika, terorisme, dan tindak pidana korupsi dilakukan.

Jangan terus dibiarkan LP memproduksi paradoks dan menjadi sumbu bagi tumbuhnya kejahatan baru.



Berita Lainnya
  • Jangan Remehkan Alarm Rupiah

    17/1/2026 05:00

    PASAR keuangan Indonesia sedang mengirimkan sinyal bahaya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan hebat sejak pergantian tahun. 

  • Aset Dirampas, Koruptor Kandas

    16/1/2026 05:00

    SECERCAH harapan tentang akan hadirnya undang-undang tentang perampasan aset kembali datang.

  • Kembalikan Tatanan Dunia yang Rapuh

    15/1/2026 05:00

    TATANAN dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini berada dalam ujian terberat sejak berakhirnya Perang Dunia II.

  • Point of No Return IKN

    14/1/2026 05:00

    POINT of no return, alias maju terus meski tantangan dan risiko yang akan dihadapi sangat besar.

  • Hentikan Kriminalisasi Kritik

    13/1/2026 05:00

    KEBEBASAN berekspresi yang dilindungi oleh konstitusi menghadapi tantangan serius akhir-akhir ini.

  • Basmi Habis Benalu Pajak

    12/1/2026 05:00

    BELUM dua pekan menjalani 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali unjuk taring.

  • Syahwat Materi di Jalan Suci

    10/1/2026 05:00

    KABAR yang dinanti-nanti dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penetapan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 akhirnya datang juga.

  • Satu Pengadilan Beda Kesejahteraan

    09/1/2026 05:00

    HAKIM karier dan hakim ad hoc secara esensial memiliki beban dan tanggung jawab yang sama.

  • Menjaga Muruah Pengadilan

    08/1/2026 05:00

    Meski berdalih memberikan rasa aman kepada jaksa, kehadiran tiga personel TNI itu justru membawa vibes intimidasi bagi masyarakat sipil di ruang sidang tersebut.

  • Dikepung Ancaman Krisis Global

    07/1/2026 05:00

    SERANGAN Amerika Serikat (AS) ke Venezuela bukan sekadar eskalasi konflik bilateral atau episode baru dari drama panjang Amerika Latin.

  • Menagih Bukti UU Perampasan Aset

    06/1/2026 05:00

    DI awal tahun ini, komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi sejatinya dapat diukur dengan satu hal konkret

  • Jamin Rasa Aman di Ruang Kritik

    05/1/2026 05:00

    DALAM sebuah negara yang mengeklaim dirinya demokratis, perbedaan pendapat sesungguhnya merupakan keniscayaan.

  • Jangan Lamban lagi Urus Bencana

    03/1/2026 05:00

    REKONSTRUKSI dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara kembali menempatkan negara pada ujian penting.

  • Memaknai Ulang Pertumbuhan

    02/1/2026 05:00

    MESKI baru memasuki hari kedua 2026, mesin negara sudah dipacu untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4%.

  • Saatnya Mewujudkan Keadilan Sosial

    01/1/2026 05:00

    PERGANTIAN tahun telah menempatkan 2025 di masa lalu. Dalam lembaran baru, 2026 membentangkan jalan masa depan bangsa yang penuh simpangan dan tantangan. 

  • Akhiri Penegakan Hukum Minim Keadilan

    31/12/2025 05:00

    PENEGAKAN hukum dan pemenuhan keadilan merupakan syarat utama dalam negara demokrasi.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik