Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Benahi Bursa Efek Indonesia

31/1/2026 05:00

KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi. Itu memang bentuk pertanggungjawaban yang pantas setelah indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok dua hari hingga harus mengalami pembekuan perdagangan (trading halt).

Namun, pengunduran diri itu jelas belum cukup untuk membenahi BEI. Pengunduran diri tersebut barulah tanggung jawab personal, belum institusional.

Pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan BEI ialah memulihkan kepercayaan penyedia indeks saham global, yang dalam kasus anjloknya indeks dua hari ini ialah Morgan Stanley Capital International (MSCI). Perusahaan raksasa riset saham itu menjadi salah satu acuan utama investor global. Penilaian MSCI menunjukkan kelayakan saham suatu negara.

Terkait dengan kasus Indonesia, sejak Desember, MSCI telah menyampaikan kekhawatiran terhadap transparansi struktur kepemilikan saham free float (saham publik) perusahaan terbuka yang melantai di BEI. 

Singkatnya, MSCI mencurigai adanya manipulasi data saham free float. Saham yang disebut milik publik atau masyarakat itu dicurigai dimiliki bandar atau pemain lama, dengan menggunakan nama samaran (nominee). Ini tentu sangat berbahaya bagi investor, karena kondisi itu hanya mencerminkan ‘likuiditas semu’. Pasar saham seolah ramai, padahal sebenarnya sepi.

Pada Rabu (28/1), atau hari pertama IHSG ambruk setelah pengumuman MSCI membekukan indeks Indonesia pada Selasa (27/1), Iman mengungkapkan pihaknya bukannya diam. Namun, pemulihan dokumen seperti yang diminta MSCI masih memerlukan waktu.

Kini, meski IHSG mulai sedikit pulih, kepercayaan MSCI, apalagi investor global, masih jauh dari kata 'sembuh'. Inilah yang harus dipastikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga negara yang menaungi BEI. 

OJK harus memastikan pembenahan menyeluruh tata kelola BEI. Kartu merah MSCI mensinyalkan adanya borok dalam keabsahan data BEI dan kondisi riil likuiditas saham. 

Maka, pembenahan BEI tidak hanya soal pergantian pejabat atau revisi aturan saham, tapi juga harus ada investigasi menyeluruh akan tata kelola selama ini. Adanya indikasi praktik tak wajar antara BEI dan bandar atau pemain saham, harus diakhiri. Perombakan total pejabat harus dilakukan, jika memang diperlukan.

Itulah yang akan bisa memulihkan kepercayaan investor, ketimbang hanya revisi aturan batas minimal saham. Beberapa waktu lalu, OJK dan BEI mengumumkan akan menerbitkan revisi aturan batas minimal saham publik dari 7,5% menjadi 15% pada Februari 2026. Tanpa penertiban praktik <i>nominee<p> dalam kepemilikan saham, aturan-aturan semacam ini tidak akan ada gunanya.

OJK harus benar-benar menyadari bahwa kerusakan di BEI merupakan tanggung jawab mereka juga. Sekarang, OJK harus menunjukkan tanggung jawab itu dengan memastikan pembenahan BEI dan pemulihan kepercayaan investor global berlangsung serius, konsisten, dan transparan

 



Berita Lainnya
  • Kembalikan Hak Sehat Rakyat

    10/2/2026 05:00

    SEBELAS juta jiwa tentu bukan angka yang kecil.

  • Gaji Naik, Moral Menukik

    09/2/2026 05:00

    WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.

  • Timnas Futsal di Titik Awal Menuju Puncak

    07/2/2026 05:00

    KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.

  • Ekonomi Mulai di Zona Terang

    06/2/2026 05:00

    KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.

  • Alarm Pengelolaan Sampah

    05/2/2026 05:00

    BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.

  • Jaga Regenerasi Bulu Tangkis Kita

    04/2/2026 05:00

    SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.

  • Meneruskan Ambang Batas Parlemen

    03/2/2026 05:00

    KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.

  • Tindak Aksi Kemplang Pajak

    02/2/2026 05:00

    DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.

  • Jangan Ulangi Kasus Hogi

    30/1/2026 05:00

    DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.

  • Memangkas BBM Subsidi Berbasis Keadilan

    29/1/2026 05:00

    PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

  • Menunggu Bukti Aksi Purbaya

    28/1/2026 05:00

    BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.

  • Gaji Kecil bukan Pembenar Aksi Korup

    27/1/2026 05:00

    Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.

  • Lalai Mencegah Bencana

    26/1/2026 05:00

    NEGERI ini agaknya sudah berada pada kondisi normalisasi bencana. Banjir setinggi perut orang dewasa? Normal. Tanah longsor menimbun satu kampung? Normal.

  • Akhiri Menyalahkan Alam

    24/1/2026 05:00

    BANJIR lagi-lagi merendam Jakarta dan daerah penyangganya, Bekasi dan Tangerang.

  • Pencabutan Izin bukan Ajang Basa-basi

    23/1/2026 05:00

    PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra.