Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCABUTAN izin 28 perusahaan membuka peluang bagi pemulihan lingkungan pascabencana Aceh dan Sumatra. Fungsi ekologis hulu–hilir yang selama ini rusak segera disehatkan kembali dan rakyat mendapatkan hak untuk tinggal tanpa terus dibayangi risiko bencana.
Kita amat mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Pengelola negara membuktikan diri hadir dengan menindak korporasi dan konglomerasi yang telah melanggar serta mengakibatkan berkurangnya daya tampung dan daya dukung lingkungan di Pulau Sumatra.
Dari 28 perusahaan yang dicabut izinnya, 22 di antaranya merupakan pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) hutan alam dan hutan tanaman. Enam perusahaan lain bergerak di sektor perkebunan dan pertambangan.
Publik di saat yang sama juga menginginkan langkah tegas yang dimotori Presiden Prabowo Subianto bukan sandiwara belaka. Jangan tampil bak pahlawan seolah memberi harapan, tetapi di panggung belakang malah memberikan kesempatan bagi pelanggar untuk bersalin rupa.
Sekali lagi, keberanian pemerintahan Prabowo Subianto harus benar-benar nyata, jangan sekadar ajang basa-basi. Kita tidak ingin penghentian operasi 28 perusahaan itu untuk membuat publik terlena.
Sudah terlalu besar kerugian akibat bencana mahadahsyat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat itu. Estimasi kerugian ekonomi Rp68,8 triliun dengan kerusakan parah pada 3.500 bangunan, hancurnya 271 jembatan, serta rusaknya 282 fasilitas pendidikan.
Khusus untuk Sumatra Barat, total kerugian dan kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor mencapai Rp33,5 triliun. Di Sumatra Utara, kerugian diperkirakan sebesar Rp17,4 triliun dan dibutuhkan dana pemulihan senilai Rp69,47 triliun.
Adapun jumlah korban tewas akibat bencana Sumatra dan Aceh 1.199 orang. Bahkan 114 ribu orang masih hidup menderita di tenda-tenda pengungsian. Penderitaan mereka membuka pertanyaan keras, siapa yang menikmati keuntungan dan siapa yang menanggung risikonya?
Ketika pencabutan izin 28 perusahaan itu hanya ajang basa-basi, itu sama saja kita menodai ingatan atas para korban yang meninggal dalam bencana dan mereka yang tengah berjuang hidup di tempat pengungsian. Kebijakan basa-basi adalah bentuk pengkhianatan paling sunyi.
Publik memang pantas dan berhak untuk apriori bahkan khawatir. Selain karena contoh kasus sebelumnya, ternyata sudah ada lima perusahaan yang sebelumnya pernah dihentikan izinnya tapi kemudian dianulir lagi.
Menurut data LBH-YLBHI, setidaknya ada lima perusahaan, yaitu PT Rimba Timur Sentosa, PT Rimba Wawasan Permai, PT Aceh Nusa Indrapuri, PT Barumun Raya Padang Langkat, dan PT Multi Sibolga Timber, yang izin konsesi kawasan hutannya pernah dicabut pada 5 Januari 2022.
Secara logika, sesuatu yang sudah mati seharusnya tidak bisa dibunuh untuk kedua kalinya. Ini menunjukkan adanya celah penegakan hukum yang membuat sanksi administratif tidak otomatis menghentikan aktivitas fisik di lapangan.
Publik ingin pemerintah tegas dalam mengelola alam. Kita sepakat bahwa perusahaan berhak untung karena hal itu bisa menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Akan tetapi, apa artinya semua itu jika keselamatan manusia terancam dan kelestarian alam hancur?
SWASEMBADA pangan dan energi, itu dua janji Prabowo Subianto saat membacakan pidato pelantikannya sebagai presiden pada 2024 lalu.
INGGINYA tingkat kepuasan masyarakat merupakan hal yang diidam-idamkan pemimpin.
LONJAKAN harga emas dunia seharusnya menjadi kabar baik bagi Indonesia.
WAJAH peradilan negeri ini sungguh menyedihkan. Kasus rasuah lagi-lagi memberikan tamparan keras.
KEBERHASILAN tim nasional futsal Indonesia menembus final Piala Asia Futsal 2026 menandai sebuah babak penting dalam sejarah olahraga nasional.
KABAR cerah datang dari Badan Pusat Statistik (BPS), kemarin.
BALI, kata Presiden Prabowo Subianto, merupakan etalase Indonesia di mata dunia. Etalase itu mestinya bersih, indah, dan sedap dipandang.
SEJAK Olimpiade dihidupkan lagi pada 1859, dunia sudah melihat bahwa menang di pertandingan olahraga antarnegara punya arti amat besar.
KUALITAS demokrasi suatu bangsa selalu berbanding lurus dengan kesehatan partai politik.
DI saat gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia belum tertangani secara tuntas, kita kembali disuguhi berita buruk lain di sektor ekonomi.
KEPUTUSAN mengundurkan diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, Jumat (30/1), pantas diapresiasi.
DALAM beberapa hari terakhir, ruang publik kembali diharubirukan oleh dua kasus yang melibatkan aparat penegak hukum.
PEMERINTAHAN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka mulai menyentuh bola panas, yakni mengutak-atik bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
BEA cukai dan pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara. Dari sanalah roda pemerintahan dan negara mendapatkan bahan bakar untuk bergerak.
Jika dihitung secara sederhana, gaji bupati Rp5,7 juta per bulan selama lima tahun masa jabatan hanya menghasilkan sekitar Rp342 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved