Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTENGAHAN minggu ini, satu lagi kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku. Mulai 21 Januari, Trump menghentikan proses visa dari 75 negara.
Sebagian besar negara-negara target berada di kawasan Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, hingga Balkan. Namun, di antara 75 negara itu terselip juga tiga negara dari Asia Tenggara ikut terkena. Ketiganya ialah Tailan, Kamboja, dan Myanmar.
Memang, kebijakan itu bukan berlaku untuk kunjungan singkat, melainkan bagi orang yang berniat tinggal permanen di AS. Namun, kebijakan tanpa batas waktu itu mempertegas keseriusan Trump soal ‘tutup pintu’ terhadap imigran.
Departemen Luar Negeri AS pun memberi sinyal bahwa ini hanyalah awal dari kebijakan imigrasi mereka yang bakal lebih ketat. AS menyatakan akan menggunakan segala cara untuk mencegah orang asing mengambil manfaat dari kesejahteraan umum yang ada di negara itu.
Sejak periode pemerintahan pertama Trump, dunia memang telah mencecap politik luar negerinya yang ultranasionalis. Di periode kedua ini, kebijakan Trump kian agresif, ofensif, bahkan serba-merundung, termasuk di dalam negeri sendiri.
Keberhasilan Trump membuktikan sesumbarnya menggenjot perekonomian AS telah memberikan kepercayaan diri atas gaya pemerintahannya. Maka, dunia pun kini menyaksikan AS dalam bentuk adidaya yang superarogan.
Setiap minggu ada saja cara Trump untuk memaksa dunia ‘memaklumi’ keinginan AS, berikut mengikuti cara-cara premanismenya mencederai kedaulatan negara. Dalam sebulan terakhir saja, tatanan geopolitik ia guncang dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, ancaman pengambilalihan Greenland dari Denmark, provokasi demonstran Iran untuk menduduki pemerintahan, hingga pembekuan visa 75 negara.
Trump berdalih semua dilakukan demi kepentingan nasional AS. Tidak itu saja, bagi negara-negara yang tidak sepaham, ancaman tarif selalu digunakan sebagai senjata. Ini pula yang ia lakukan terhadap delapan negara Eropa yang menentang keinginannya untuk menguasai Greenland.
Tentu saja, para pemimpin dunia tidak tinggal diam akan gaya baru politik AS. Para pemimpin dunia pun tidak naif bahwa di balik sesumbar kepentingan nasional, naluri dagang Trump tidak dapat disembunyikan. Sama seperti penangkapan Maduro, dunia juga meyakini bahwa kekayaan minyaklah yang menjadi tujuan asli Trump atas Venezuela.
Namun, sebagaimana tatanan geopolitik yang serumit jaring laba-laba, kehendak paling jelas pun harus disikapi dengan penuh kehati-hatian. Memang, aksi kebijakan luar negeri Trump terakhir ini tidak berdampak langsung pada Indonesia.
Meski begitu, Indonesia juga tetap dapat memainkan peran dalam mendukung terciptanya stabilitas politik dunia. Sebagaimana yang disuarakan sejumlah tokoh internasional bahwa dunia harus semakin bersatu melawan era agresif Trump.
Konsep 'governed by force' yang kini sedang diusung AS harus dilawan dengan 'governed by power'. Perbedaan jelas keduanya terletak pada kesetaraan dan penghormatan.
Dengan kesetaraan dan penghormatan pula, tiap-tiap negara akan berusaha membawa solusi ke meja perundingan. Kontribusi bersama inilah yang akan menciptakan stabilitas baru dan lebih ajek, bukan stabilitas semu yang didasari serba-ancaman ala AS.
Indonesia mesti ikut aktif dalam mendorong tatanan seperti itu, dan di saat bersamaan memitigasi dampak yang timbul secara cermat, cepat, dan tepat.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved